Suara.com - Buru-buru, terlambat, hingga tak merasa lapar jadi alasan sebagian orang melewatkan sarapan. Padahal, melewatkan sarapan memiliki dampak negatif bagi tubuh.
Meski setiap jam makan sama pentingnya, ada beberapa keutamaan lebih yang didapat jika Anda rutin sarapan. Yang utama, tubuh jadi memiliki energi untuk menjalani aktivitas di pagi hari, baik itu sekolah maupun bekerja.
Nah, dikutip dari Livestrong, berikut 4 dampak negatif bagi tubuh jika melewatkan sarapan:
1. Tambah gendut
Melewatkan sarapan karena sedang diet dan ingin bobot tubuh turun? Efek sebaliknya yang justru didapat.
Melewatkan sarapan membuat Anda lebih lapar, sehingga nafsu makan meningkat saat makan siang, membuat Anda makan lebih banyak kalori.
2. Gangguan hormon
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Appetite menyebut perempuan yang melewatkan sarapan rentan mengalami gangguna hormon.
Gangguan hormon ini bisa berupa menstruasi tidak teratur, gejala PMS yang lebih hebat, hingga nyeri saat menstruasi.
Baca Juga: Makan Kombinasi Buah Ini untuk Sarapan, Rasakan Manfaatnya
3. Sulit fokus
Tubuh membutuhkan energi untuk fokus dan berpikir. Melewatkan sarapan membuat tubuh tak punya cadangan kalori untuk diubah menjadi energi, sehingga kemampuan otak untuk fokus dan berpikir akan berkurang.
4. Lemas dan lesu
Selain karena kekurangan energi, melewatkan sarapan juga bisa membuat seseorang lemas dan lesu karena kadar gula darah yang rendah.
Efek samping lainnya yang muncul antara lain pusing, tubuh gemetar, sakit kepala, hingga jantung berdebar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?