Suara.com - Perempuan Indonesia masih menganggap bahwa kulit putih adalah standar kecantikan yang paling ideal, maka, tidak heran berbagai cara instan dilakukan untuk memiliki kulit putih impian secepat membalikkan telapak tangan bahkan memilih produk yang mengandung steroid.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hampir setiap tahun menyita banyak produk kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya. Dari banyak produk kosmetik yang diamankan, sebagian besar di antaranya adalah krim pemutih kulit yang mengandung steroid dilansir Hello Sehat.
Steroid, juga dikenal dengan kortikosteroid, sebenarnya adalah obat untuk mengatasi reaksi peradangan pada tubuh. Obat steroid bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh kapiler dan menekan sistem kekebalan tubuh yang bekerja secara berlebihan. Obat steroid tersedia dalam banyak jenis, mulai dari obat minum, topikal (obat oles), suntik, hingga hirup.
Dokter sering meresepkan krim steroid spesifik hanya untuk mengobati masalah kulit, seperti dermatitis numularis, dermatitis atopik, dermatitis kontak alergi dan iritan, psoriasis, penyakit bulosa, dan lain sebagainya.
Steroid topikal (obat oles) langsung bisa menargetkan area yang bermasalah dan dinilai memiliki efek samping yang lebih ringan daripada steroid oral.
Perlu dipahami dulu bahwa krim steroid murni yang ditujukan sebagai obat kulit legal beredar di Indonesia karena memiliki izin BPOM. Lain ceritanya dengan krim pemutih wajah yang bersteroid.
Krim steroid TIDAK BOLEH ditambahkan dalam krim perawatan kulit wajah yang tujuannya adalah estetika alias kecantikan. Sayangnya, akhir-akhir ini banyak sekali pihak-pihak yang menyalahgunakan pemakaian steroid ini.
Mereka mengklaim bahwa krim steroid dapat memutihkan kulit. Padahal kenyataannya, perubahan warna kulit yang terjadi itu adalah wujud dari efek samping steroid yang digunakan sembarangan di luar tujuan pengobatan.
Efek samping yang paling mudah dilihat dan paling sering muncul, yaitu:
Baca Juga: Regenerasi Atlet, Pemerintah Dirikan SKO Disabilitas
-Wajah sensitif, mudah merah bila kena matahari bahkan hanya dalam paparan yang sangat sebentar atau sangat minimal.
-Muncul gurat-gurat merah keunguan di wajah, disebabkan karena adanya pelebaran pada pembuluh darah di kulit bagian atas.
-Hipertrikosis, yaitu munculnya rambut-rambut halus di wajah, rambut halus yang tadinya tipis tampak semakin jelas, bulu kumis diatas bibir semakin jelas, batas rambut di dahi juga makin maju/turun.
-Biasanya efek samping di atas muncul jika Anda menggunakan krim yang mengandung steroid dalam dosis tinggi dan digunakan dalam jangka panjang.
Tidak semua orang otomatis akan mengalami efek samping tersebut. Kulitnya mungkin terlihat makin bagus, tidak kemerahan, dan tidak menunjukkan tanda-tanda alergi.
Namun satu yang pasti, efek samping krim pemutih untuk mendapatkan kulit putih namun mengandung steroid justru akan membahayakan kesehatan Anda, terutama pada organ dalam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi