Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tak ingin Indonesia hanya menjadi 'one season wonder' atau pemberi kejutaan sesaat di ajang multievent atlet difabel internasional.
Karena itu, Kemenpora mendirikan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) disabilitas. SKO ini sudah beroprasi sejak Juli 2018 di Solo, Jawa Tengah.
Keberadaan SKO disabilitas diharapkan bisa menjaring bibit atlet berbakat untuk regenerasi tim nasional.
"Sekarang kita baru merintis (SKO disabilitas) untuk 30 atlet dulu dan lihat keadaan dana juga. Kami sudah mulai dengan berbagai jenis kecacatan atau jenis klasifikasi disabilitas," ujar Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/10/2018) malam.
Seperti diketahui, kontingen Indonesia berhasil meraih prestasi tinggi di ajang Asian Para Games 2018.
Tercatat, Indonesia menempati peringkat kelima klasemen akhir perolehan medali Asian Para Games 2018 dengan total 135 medali. Rinciannya adalah 37 emas, 47 perak dan 51 perunggu.
Capaian ini jadi terbaik bagi Indonesia setelah di dua perhelatan sebelumnya, yakni Guangzhou 2010 dan Incheon 2014, hanya berhasil meraih masing-masing 1 dan 10 medali emas.
Isnanta menyebut, momentum Asian Para Games 2018 harus terus dijaga. Salah satunya terkait pembinaan atlet disabilitas untuk masa depan.
"Istilahnya kita harus menyiapkan kader. Kita jangan hanya terjebak oleh atlet yang ada saat ini, karena mereka akan termakan usia," ujar Isnanta.
Baca Juga: Pencak Silat Diprioritaskan Ekshibisi di Olimpiade 2020, Tapi...
"Jadi harus disiapkan kader jangan sampai kita mengalami nasib seperti dahulu. Kita sedang jago-jagonya di SEA Games, tapi lupa memikirkan kader sehingga kita tak jadi yang terbaik (lagi) di Asia Tenggara," tambahnya.
Isnanta menerangkan, sistem yang diterapkan SKO disabilitas ini akan sedikit berbeda dengan SKO yang sudah ada.
Karena baru merintis, para siswanya masih harus menuntun ilmu formal di sekolah umum disamping belajar keolahragaan bersama pihak Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia.
"Jadi sistemnya di drop ke sekolah, nanti di jemput untuk latihan. Target kedepannya adalah membangun sekolah baru. Saat ini masih pendekatan dengan Kemendikbud untuk membangun sekolah khusus disabilitas," pungkas Isnanta.
Tag
Berita Terkait
-
Keadilan yang Harus Dipaksa: Catatan di Balik Gugatan UU Pensiun 1980
-
Menanti Nyali DPR: Mampukah Wakil Rakyat Memangkas 'Dompet' Sendiri?
-
UU Pensiun Pejabat 1980: Aturan 'Jadul' yang Membebani APBN Masa Kini
-
Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Mensesneg Ungkap Pemerintah Tengah Kaji Rencana Pangkas Gaji DPR dan Kabinet
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara
-
Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games
-
NPC Indonesia Apresiasi Pemerintah dan Berharap Atlet Bijak Manfaatkan Bonus ASEAN Para Games 2025