Suara.com - Hipotermia tidak hanya bisa berdampak bagi Anda yang kedinginan karena terjebak di badai salju, karena beraktivitas di iklim tropis sekalipun juga bisa menyebabkan hipotermia.
Hipotermia adalah istilah untuk menggambarkan penurunan suhu tubuh secara drastis dan cepat. Suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37,5º Celsius, tapi hipotermia bisa menurunkan suhu tubuh hingga jauh di bawah 35º Celsius dilansir Hello Sehat.
Hipotermia terjadi akibat tubuh gagal untuk menghangatkan diri sendiri karena perubahan suhunya terjadi sangat cepat. Normalnya, tubuh akan menggigil begitu mulai merasa kedinginan. Selanjutnya tubuh akan membakar lemak untuk menghasilkan panas supaya menjaga suhu inti tetap normal.
Namun ketika Anda terus-terusan terpapar dingin, mekanisme penghangatan diri ini tidak bisa bekerja dengan baik karena panas yang dihasilkan tidak akan mencukupi. Alhasil, muncullah berbagai gejala hipotermia.
Hipotermia adalah keadaan darurat medis yang perlu segera ditangani agar tidak berakibat fatal. Ketika suhu tubuh menurun drastis, kerja jantung, sistem saraf, dan organ akan perlahan mulai gagal berfungsi secara perlahan. Tanpa perawatan, hipotermia dapat menyebabkan gagal jantung dan gagal paru yang berakhir dengan kematian.
Penyebab hipotermia yang paling utama adalah paparan udara atau air dingin. Berbagai hal penyebab hipotermia lainnya yang mungkin terjadi seperti dilansir dari Very Well, antara lain:
1. Berendam di air dingin
Berendam air dingin dalam waktu cukup lama bisa menyebabkan hipotermia. Dinginnya air akan menghilangkan panas yang dihasilkan tubuh, bahkan 25 kali lebih cepat dibanding dengan udara dingin.
Anda juga bisa mengalami hipotermia jika berenang terlalu lama atau terus-terusan memakai baju yang basah oleh keringat setelah olahraga.
Baca Juga: Cerai dari Faisal Haris, Berapa Harta yang Didapat Sarita?
2. Terpapar udara dingin
Hipotermia adalah ancaman utama bagi para pendaki gunung, yang seringnya disepelekan. Semakin tinggi Anda mendaki, suhu lingkungan akan semakin turun dan juga semakin berangin. Angin dingin bukan hanya membuat Anda menggigil, tapi juga lama-lama mengurangi suhu tubuh.
Jika udara dingin disertai hujan terjadi saat Anda naik gunung, kombinasi keduanya membuat risiko Anda terkena hipotermia lebih besar.
3. Operasi
Hipotermia tidak selalu disebabkan oleh cuaca sekitar, tapi juga ketika Anda mendapatkan perawatan medis seperti pembedahan terutama bedah mayor.
Standar suhu ruangan operasi bisa berkisar 19–24ºC dengan kelembaban yang cukup rendah (45–60 persen). Artinya, ruangan operasi itu sangat dingin dan kering. Ditambah lagi Anda akan selalu dalam keadaan tidak sadar dan telanjang (hanya dilapis gaun operasi) selama waktu pembedahan. Hal ini dapat menghambat mekanisme tubuh untuk menghangatkan diri.
Selain itu, kulit yang seharusnya menjadi lapisan penjaga panas di dalam tubuh akan disayat dan dibuka, akibatnya, udara dingin saat cuaca sedang buruk dapat masuk mengenai organ-organ internal tubuh dan terjadilah hipotermia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat