Suara.com - Ingat dengan kejadian Asep Yaya si "Suara Terompet"? Ya, setelah peluit bersarang selama hampir 2 bulan lamanya di paru-paru, kabarnya peluit tersebut berhasil diangkat.
Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan kepada kontributor Suara.com mengatakan, Asep Yaya tidak sengaja menelan peluit alias tersedak saat sedang bermain bersama sepupunya.
“Tak sengaja tertelan dua bulan lalu. Peluit itu menyangkut di paru-parunya. Kami tahu kasus itu baru-baru ini,“ kata Hengky Kurniawan melalui WhatsApp, Kamis (20/12/2018).
“Dia masuk RSHS sejak Rabu (19/12) malam. Semoga adik kita, Asep Yaya, bisa kembali sehat seperti sedia kala,” lanjutnya
Sementara Kepala KSM Ilmu Kesehatan THT-KL RSHS Bandung Lina Lasminingrum menuturkan, peluit itu berhasil dikeluarkan dari tubuh Asep Yaya, Kamis siang ini.
"Sudah berhasil dikeluarkan dari paru-parunya melalui operasi yang berlangsung selama satu jam," ungkap sang dokter.
Lalu bagaimana cara orangtua agar mengawasi anak-anak bermain benda-benda kecil? Apakah setiap benda kecil yang masuk tertelan dan melewati usus bisa keluar lewat BAB tanpa melakukan operasi?
JIka bicara soal Asep tentu metode yang dilakukan berbeda karena peluit yang tertelan bersarang di paru-paru.
Melansir Mirror, sekelompok tim peneliti kedokteran berhasil menemukan jawaban dari salah satu pertanyaan parenting paling populer di dunia, berapa lama sih sebuah mainan, koin, atau benda kecil yang tertelan akhirnya keluar saat BAB?
Baca Juga: Ini Alasan PSSI Pilih Simon McMenemy sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Menurut artikel yang diterbitkan jurnal Paediatrics and Child Health, enam dokter anak menelan lego dan menunggu kapan lego keluar dari tubuh dengan selalu mengisi data di buku harian BAB.
Hasilnya yang juga dikenal dengan istilah Found and Retrieved Time score (FART) terungkap kalau lego kecil butuh waktu 1,71 hari untuk bisa keluar dari tubuh.
"Ada beberapa bukti bahwa perempuan lebih mungkin berhasil daripada laki-laki, tetapi ini tidak dapat divalidasi secara statistik," tulis penelitian tersebutr.
Sebagai konklusi, peneliti mengatakan bahwa percobaan menelan objek kecil, seperti halnya yang sering dilakukan anak, akan keluar lewat BAB dalam kurun waktu 1 sampai 3 hari tanpa komplikasi.
"Ini harusnya memberikan rasa tenang bagi orang tua," tulis studi lagi.
Nah, sudah terjawab ya pertanyaan soal berapa lama waktu yang dibutuhkan anak untuk mengeluarkan benda kecil yang tertelan lewat BAB. Namun yang lebih penting peran orangtua dalam menjaga anak jangan sampai lengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem