Suara.com - Sudah banyak korban berjatuhan akibat terlalu sering merokok. Salah satu contoh perokok yang menuai 'hasil' tersebut adalah seorang ayah dari akun Facebook bernama Eva Pramudya.
Dalam sebuah postingan tanggal 28 Desember 2018, sang anak membagikan kisah ayahnya yang harus operasi bypass jantung karena kebiasaan ayah yang sering merokok.
"Boleh share kok, ga ush ijin, boleh tag juga ke orang yang masih merokok. Saya upload foto ini hanya untuk berbagi pengalaman, siapa tau yang masih menjalankan ritual bakar uang alias merokok bisa segera meninggalkan ROKOK," tulis Eva di akun Facebook-nya 'Eva Pramudya'.
"Akibat rokok, ayah saya harus menjalani operasi Bypass, operasi besar dengan waktu operasi 5 jam, dada dibelah, paru dibelah, setelah itu kaki juga dibelah untuk mengambil urat di kaki dan dipasang ke jantung, kurang lebih seperti itu."
"Belum lagi efek pasca operasi besar ini, banyak hal-hal mengerikan, kalau kata ayah setelah operasi penglihatannya tambah buram, masih bersyukur hanya penglihatan, ada yang pasca operasi 13 hari koma dan akhirnya meninggal."
"Saya doakan, semoga yang berniat berhenti merokok diberikan kemudahan oleh Allah untuk berhenti merokok, aamiin," tutup Eva.
Dikutip dari hellosehat, operasi bypass jantung merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan dengan memanfaatkan pembuluh darah dari bagian tubuh lainnya untuk menciptakan jalan pintas di sekitar arteri yang tersumbat, lantas mengembalikan aliran darah menuju jantung.
Operasi bypass mampu menyembuhkan gejala penyakit jantung koroner dengan cepat, termasuk angina (nyeri dada). Pasien umumnya bisa kembali beraktivitas seperti biasa selama 10-15 tahun, setelahnya mungkin memerlukan operasi bypass lainnya jika tersumbat lagi.
Namun, perlu diingat bahwa operasi bypass bukanlah obat. Jika pasien tidak mengambil langkah lain untuk mengendalikan penumpukan plak dalam arteri, operasi bypass akan bernasib sama dengan arteri asli.
Setengah bypass pembuluh vena akan tersumbat oleh plak dalam waktu 10 tahun. Jadi, segera perbaiki gaya hidupmu yang kurang sehat itu sebelum terlambat.
Himedik/Dwi Citra Permatasari Sunoto
Berita Terkait
-
AMLI Soroti Dampak Ranperda KTR: Usaha Reklame Tertekan, Tenaga Kerja Terancam
-
Kawasan Tanpa Rokok, Tapi Mengapa Asap Masih Bebas Berkeliaran?
-
Bea Cukai Tindak 1,4 Miliar Batang Rokok Ilegal di 2025, Tertinggi dalam Sejarah
-
Rencana 8 Langkah Berhenti Merokok: Rahasia Tetap Konsisten Tanpa Stres
-
Antara Kesehatan Publik dan Ekonomi Kreatif: Adakah Jalan Tengah Perda KTR Jakarta?
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya