- Cobalah berbicara satu sama lain dengan baik tentang bagaimana Anda dapat melewati rintangan ini bersama-sama atau jika Anda tidak dapat menyelesaikannya, carilah konseling pasangan.
- Untuk dapat melakukannya, seorang lelaki membutuhkan gairah dan menjadwalkan kehidupan seks Anda serta memberinya waktu hanya saat Anda sedang masa subur, justru dapat merusaknya. Jadi, cobalah membuat rencana bersama tentang cara mengelola ini. Mungkin sulit untuk bersenang-senang dan menjadi romantis sepanjang waktu, tetapi penting mencoba dan melepaskan tekanan dengan cara apa pun yang Anda bisa.
4. Coba akupunktur
Akupunktur dapat membantu aliran darah ke indung telur, yang berarti lebih banyak oksigen, lebih banyak nutrisi, dan lebih banyak membantu mengembangkan folikel. Mungkin juga membantu stres dan pelepasan beta-endorphin, yang menimbulkan rasa relaksasi dan kesejahteraan yang lebih besar.
5. Belajarlah mengelola stres Anda
"Begitu banyak perempuan yang saya lihat di usia 40 tahunan mendapat pekerjaan dengan tanggung jawab yang lebih tinggi dan banyak stres yang menyertainya," ujar Sita.
Untuk itu, sebaiknya belajarlah mengelola stres sebelum mencoba hamil. Temukan teknik manajemen stres yang sesuai untuk Anda dan pastikan Anda menambahkannya ke dalam rutinitas harian Anda.
6. Menjadi strategis dalam pendekatan Anda
"Saya benar-benar menyarankan pasien saya untuk menjadi strategis dan harus merencanakan segalanya. Begitu banyak pasangan berusia di atas 40 tahun yang memandang hamil sebagai tantangan, sehingga mereka begitu fokus untuk mencapai garis finish, sayangnya mereka lupa menikmati perjalanan," ujar dia.
Baca Juga: Hamil 6 Bulan, Meghan Markle Diam-Diam Umumkan Jenis Kelamin Sang Bayi?
Tentu saja, hamil membutuhkan waktu, tenaga dan komitmen. Apalagi, Anda mungkin saya menemui hambatan di tengah jalan. Jika tidak mempersiapkan, Anda akan terkejut betapa perencanaan ke depan dapat meringankan dengan apa yang terjadi.
"Saya menyarankan pembuatan rencana holistik yang memperhatikan kesehatan, nutrisi, kesejahteraan, hubungan, stres, keseimbangan kehidupan-kerja, dan juga melihat ke luar kotak," tutup dia. [Metro]
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru