Suara.com - Untuk memeringati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari ini, RSCM berkontribusi dengan memberikan edukasi kepada pasien kanker akan pentingnya mengonsumsi diet seimbang. Pada hari ini pula, pasien kanker yang menjalani pelayanan di Departemen Radioterapi mendapatkan makanan sehat sebagai dukungan dalam melawan sel kanker.
Kanker sendiri merupakan penyebab kematian kedua terbesar di dunia. Data WHO menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 348.809 kasus kanker baru pada 2018 dan angka kematian akibat kanker mencapai 207.210.
Jika diterjemahkan, sekitar satu orang terdiagnosa kanker setiap 2 detik, dan satu orang meninggal akibat kanker dalam 3 detik. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat menjadi satu orang terdiagnosis setiap detik dan satu pasien kanker meninggal setiap 2 detik pada tahun 2040.
"Hal ini disebabkan karena sebagian besar (sekitar 65 persen) pasien datang saat stadium sudah lanjut sehingga penanganannya lebih bertujuan untuk peningkatan kualitas hidup atau paliatif dibandingkan dengan tujuan mengontrol tumor dan mencegah penyebaran atau kuratif," ujar Direktur Utama RSCM dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, dalam Peringatan Hari Kanker di RSCM, Senin (4/2/2019).
"Seperti kita tahu, sepertiga kasus kanker bisa dicegah dengan pola hidup sehat. Kita masuk ke diet seimbang. Pengobatan kanker itu seringkali berat untuk pasien. Kita berikan makanan energi tinggi sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh pasien untuk melawan sel kanker," sambung dr. Arie Munandar Sp.Onk Rad selaku Kepala Departemen Radioterapi RSCM.
Dr. Arie menambahkan, dalam momentum ini, pihaknya ingin mengingatkan kembali pada masyarakat Indonesia untuk menerapkan perilaku CERDIK (Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres) sebagai langkah pencegahan penyakit kanker. "Ditambah dengan menghindari faktor risiko, maka 30-50 persen kanker dapat dicegah," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?