Suara.com - Menjelang Hari Kanker yang jatuh pada 4 Februari mendatang, tim peneliti dari Israel mengklaim menemukan harapan baru bagi penyembuhan kanker. Seperti diketahui, kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia setelah penyakit jantung.
Pengobatan kanker yang diprediksi akan rampung 2020 mendatang ini dikembangkan oleh Accelerated Evolution Biotechnologies di bawah kepemimpinan CEO Dr. Ilan Morad.
"Kami yakin mampu menawarkan obat yang lengkap untuk kanker dalam waktu setahun mendatang," ujar Dan Aridor, ketua dewan perusahaan.
Dr. Morad mengklaim bahwa penyembuhan kanker lewat temuannya ini efektif sejak hari pertama dan hanya berlangsung selama beberapa minggu, serta tidak memiliki efek samping atau setidaknya minimal dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada kebanyakan perawatan lain yang sudah ada.
"Perawatan yang disebut MuTaTo atau multi target toksin ini akan menggunakan kombinasi peptida penargetan kanker dan racun yang secara spesifik akan membunuh sel-sel kanker," ujar dr Morad seperti dilansir dari laman News.
Pengobatan ini, tambah dr. Morad, pada akhirnya akan dipersonalisasi berdasarkan jenis kanker yang diderita pasien. Kedengarannya terlalu meyakinkan untuk menjadi kenyataan, mengingat diperkirakan 18,1 juta kasus kanker baru didiagnosis di seluruh dunia setiap tahunnya.
Dr. Morad mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan percobaan pada tikus untuk eksplorasi tahap pertama dan menemukan bahwa obat ini efektif menghambat pertumbuhan sel kanker serta tidak berpengaruh sama sekali pada sel-sel tikus yang sehat.
"Sekarang kami akan memulai uji klinis yang dapat diselesaikan dalam beberapa tahun sampai pengobatan bisa tersedia untuk kasus kanker tertentu," tandasnya.
Baca Juga: Pacaran, Jennifer Coppen - Naufal Samudra Banjir Tawaran Main Film Bareng
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia