Suara.com - Tes Pap Smear Positif, Sudah Pasti Kena Kanker Serviks?
Pap smear merupakan bentuk skrining dini untuk mengetahui adanya kanker serviks pada perempuan. Lalu jika hasil tes pap smear positif, apakah pasti mengidap kanker serviks?
dr. Venita Eng, MSc, perwakilan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jakarta mengatakan, sesuai fungsinya, pap smear adalah skrining dini.
Dijelaskan dr Venita, pap smear dilakukan untuk melihat apakah ada sel abnormal dan bukan untuk penegakan diagnosis penyakit. Jika ditemukan, belum tentu hal tersebut menandakan adanya kanker serviks.
"Ketika pap smear hasilnya positif, maka dia pasti kena kanker, bukan begitu," ungkap dr. Venita ditemui di Plaza Indonesia, baru-baru ini.
"Pap smear positif artinya selnya tidak normal. Untuk memastikan dia kanker atau tidak, akan kita rujuk untuk dibiopsi," urainya.
Biopsi dilakukan di dokter spesialis kebidanan. Sel dari daerah yang dicurigai terkena kanker diambil untuk dites di laboratorium.
Dikatakan dr Venita, pap smear dianjurkan dilakukan sejak perempuan sudah mulai aktif secara seksual dan sudah menikah. Idealnya, pap smear dilakukan satu tahun sekali, dan sekurang-kurangnya tiga tahun sekali.
Baca Juga: Dirazia Polisi di Tangerang Selatan, Ahmad: Saya Ini Teroris!
Ia mengakui bahwa masih ada anggapan keliru soal pap smear. Hal ini menurutnya terjadi akibat kurangnya informasi yang memadai soal pap smear dan kanker serviks.
"Padahal pap smear nggak sakit kok. Setelah pap smear juga nggak ada pantangan, nggak boleh ini, nggak boleh itu. Makanya untuk perempuan, yuk pap smear," tutupnya.
Berita Terkait
-
Hindari Penyakit, Cinta Laura Jaga Pergaulan
-
Disuntik untuk Vaksinasi HPV: Cinta Laura Santai, Yuki Kato Deg-degan
-
Waduh, 1 dari 5 Perempuan Percaya Pap Smear Bisa Deteksi Kanker Ovarium
-
Meninggal karena Kanker, Wanita Ini Sempat Ungkap Pesan Terakhir Kritik RS
-
Cegah Kematian karena Kanker Serviks, Yuk Vaksinasi HPV Sejak Dini
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat