Suara.com - Seorang pria yang nekat melakukan modifikasi ekstrem di telinganya, yaitu berupa lubang besar di telinga, viral di media sosial.
Pekerjaan modifikasi tubuh itu dilakukan oleh seorang seniman asal Swedia. Ia dibanjiri sorotan di media sosial setelah membagikan foto mengerikan yang menunjukkan bagian dalam daun telinga seorang pria yang hilang setelah melalui sebuah prosedur.
Sang seniman bernama Chai Maibert. Ia adalah pemilik studio Calm Body Modification di Stockholm.
Dalam akun Instagram dan Facebook-nya terdapat foto cuping telinga klien yang dijahit dan bagian tengah tulang rawan yang dikenal sebagai 'conch' hilang.
Prosedur 'conch removal' ini melibatkan pembedahan untuk menghilangkan bagian dalam telinga luar dan menciptakan efek seperti jendela melalui telinga.
Penampilan mengejutkan dari prosedur conch removal ini pun memicu kontroversi. Setelah Maibert mengklaim bahwa conch removal akan meningkatkan pendengaran dari belakang, unggahannya menimbulkan perdebatan sengit tentang efek prosedur itu pada pendengaran klien.
"Untuk meluruskan beberapa fakta, perhatikan bahwa prosedur ini tidak membuat Anda tuli. Ini mungkin mengganggu kemampuan Anda untuk mendengar arah suara selama satu atau dua minggu pertama sampai pikiran Anda menyesuaikan diri dengan telinga Anda yang baru," kata Maibert, dikutip HiMedik.com dari CTVNews.ca, Senin (18/3/2019). "Mendengar dari belakang sebenarnya akan membaik."
Namun, para ahli pendengaran tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
Baca Juga: Telinga Kemasukan Air, Coba Terapkan 5 Tips Ini
Menurut Maryam Ghaderi, kepala audiologi di pusat pendengaran area Toronto House of Hearing, telinga luar dan bagian darinya yang berbentuk seperti keong berfungsi mengumpulkan suara dan memainkan peran penting dalam kemampuan mendengar kita.
"Jika bagian itu hilang, saya kira sedikit pendengaran Anda akan terpengaruh, mungkin kemampuan Anda mendeteksi arah suara," kata Ghaderi kepada CTVNews.ca. "Terkait persentase gangguan pendengaran, sulit untuk disebutkan."
Berita Terkait
-
Dewi Perssik Nyanyikan Lagu Jessie J, Sang Ayah Berjoget di Ranjang RS
-
Waduh, Tiup Lilin Ulang Tahun Ternyata Memiliki Konsekuensi
-
Waspada! Makan 3 Telur per Minggu Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
-
Korek Kuping dengan Cotton Bud, Lelaki Ini Malah Kena Infeksi Otak
-
Manfaat Daging Kepiting untuk Kesehatan, Apa Aja?
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut