Suara.com - Kesalahan Saat Sahur dan Berbuka Picu Masalah Kesehatan Saat Puasa
Selain sebagai ibadah, tak sedikit orang yang berpuasa di bulan Ramadan untuk mendapatkan manfaat sehat, seperti mengontrol gula darah, kadar kolesterol, hingga penurunan berat badan.
Namun sayangnya, puasa Ramadan justru bisa berdampak buruk terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh akibat pola dan asupan makanan yang kurang tepat saat sahur dan berbuka puasa.
Sehingga, manfaat kesehatan yang seharusnya didapatkan saat berpuasa, malah memicu keluhan dan masalah kesehatan, seperti masalah pencernaan, konstipasi, sakit kepala, bahkan stres.
Dokter ahli gizi, dr. Jovita Amelia, MSc, Sp.GK, mengungkap, kebiasaan salah yang sering dilakukan masyarakat Indonesia yang dapat memicu keluhan seperti di atas antara lain adalah makan dengan porsi berlebih saat sahur agar merasa kenyang seharian, serta tidak memperhatikan komposisi dan nutrisi pada saat sahur dan berbuka, yang justru menjadi kunci ketahan tubuh selama berpuasa.
"Terkadang masyarakat juga percaya mitos bahwa makan banyak saat sahur dapat membuat kita kenyang sepanjang hari atau makan sedikit saat sahur dan berbuka akan membuat berat badan turun," ujar dia dalam acara 'Tepis Mitos Puasa Bersama Halodoc' di Jakarta, baru-baru ini.
Nyatanya, kata dia, saat sahur tubuh kita membutuhkan nutrisi yang tepat dengan jumlah yang memadai agar kuat berpuasa 12-13 jam serta tetap nyaman dalam melakukan kegiatan sehari-hari, bukan hanya sekedar kenyang.
Terlebih, kata dr. Jovita, mengonsumsi makanan berlemak, manis, ataupun karbohidrat yang berlebihan, justru akan meningkatkan jumlah kalori dan berpotensi obesitas.
Meski berdasarkan kajian literatur puasa Ramadan dapat menurunkan berat badan dan persentase lemak tubuh serta meningkatkan HDL, namun penurunan berat badan hanya akan optimal jika selama puasa kita bisa mengatur jenis makanan yang dikonsumsi, baik ketika sahur atau berbuka.
Baca Juga: Ini Bahayanya Jika Pasien Diabetes Tak Kontrol Gula Darah Saat Puasa
"Karena yang sudah-sudah, puasa Ramadan justru malah meningkatkan berat badan, alasannya karena tidak ada perubahan gaya hidup khususnya bagaimana mengatur strategi untuk makan yang benar saat sahur dan berbuka," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat