Suara.com - Lupa Lepas Lensa Kontak saat Tidur, Risikonya Buta Permanen
Lensa kontak kini menjadi pendukung penampilan karena variasi warna yang sangat beragam. Meski sudah menjadi bagian dari riasan sehari-hari, Anda harus tetap memahami batas waktu pemakaian lensa kontak agar tak berujung pada infeksi bakteri seperti yang dialami seorang pasien di North Carolina, Amerika Serikat.
Patrick Vollmer, dokter spesialis mata di Vita Eye Clinic mengatakan bahwa seorang pasien yang baru-baru ini dirawatnya mengalami kondisi ulkus pseudomonas akibat sering tidur tanpa melepas lensa kontak. Menurut Vollmer, menggunakan lensa kontak saat tidur bisa memicu terjadinya infeksi bakteri.
"Bakteri Pseudomonas adalah penyebab dari kondisi ulkus pseudomonas yang jika tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kebutaan permanen," ujar Vollmer dilansir dari laman NY Post.
Bakteri pseudomonas sendiri, kata Vollmer secara eksplosif menggerogoti kornea pasien dalam beberapa hari setelah infeksi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention atau Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, bakteri pseudomonas ada di lingkungan sekitar kita, termasuk air di kamar mandi atau kolam renang.
Itu sebabnya CDC menyarankan masyarakat agar melepas lensa kontak saat mandi, berenang atau tidur.
"Tidur dengan lensa kontak meningkatkan risiko 6-8 kali lipat terkena infeksi kornea. Dari setiap 10.000 orang yang tidur dengan lensa kontak dalam satu tahun, rata-rata terjadi 18-20 infeksi kornea," bunyi peringatan CDC.
Dr Vollmer mengatakan dalam kasus pasiennya, hanya butuh 36 jam bagi bakteri Pseudomonas untuk membuat bisul dari kecil menjadi besar. Untungnya indera penglihatan pasiennya bisa tertolong dengan bantuan obat tetes antibiotik. Ia juga memberikan steroid untuk mencegah timbulnya jaringan parut permanen.
"Ini adalah kasus keempat infeksi kornea akibat tidur dengan lensa kontak yang saya tangani. Saya yakin akan banyak kasus-kasus semacam ini di masa mendatang jika orang tidak menghentikan kebiasaan ini," imbuhnya.
Baca Juga: Lensa Kontak Bikin Pengantin Wanita Ini Dihujat Netizen, Ada Apa?
Untuk membantu mencegah timbulnya kasus yang sama di masa depan, Vollmer menggungah foto perawatan mata pasiennya di Facebook. Hal ini dilakukan untuk mengedukasi lebih banyak orang agar tidak tidur dengan lensa kontak.
"Orang-orang perlu melihat gambar-gambar ini dan mengingatkan diri sendiri, keluarga atau teman-teman untuk menyadari pentingnya menggunakan lensa kontak secara bijak," ujar Vollmer di laman Facebook Vita Eye Clinic.
Tak disangka banyak pengguna Facebook lain yang menceritakan pengalamannya tidur tanpa melepas lensa kontak. Seorang pengguna mengatakan bahwa ia kehilangan funfsu saluran air matanya karena menggunakan lensa kontak selama belasan jam termasuk saat tidur.
"Saya menderita ulkus kornea di kedua mata. Tidak akan pernah lagi saya tidur dengan lensa kontak. Untungnya dokter mata saya melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam menyelamatkan mata saya. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," komentar pengguna Facebook lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini