Suara.com - Hotman Paris Hutapea, pengacara kondang yang dikenal memiliki gaya hidup sehat ternyata pernah didiagnosis mengalami penyakit serius.
Hotman Paris sempat didiagnosis oleh dokter di Indonesia mengalami penyumbatan arteri di jantung yang sudah mencapai 75 persen. Hasil tersebut sempat membuatnya terkejut sekaligus tak percaya.
Pengacara kondang ini pun langsung memutuskan pergi ke Singapura memastikan hasil diagnosis dokter di Indonesia dan ternyata hasilnya pun berbeda.
Hasil pemeriksaannya di Singapura menyatakan Hotman Paris hanya mengalami penyumbatan jantung hanya mencapai 25 persen.
"Ternyata setelah ke Singapura dicek, penyumbatan cuma 25 persen," kata Hotman Paris dalam acara talkshow Hotman Paris Show di Inews TV, Kamis (16/5/2019).
Beberapa orang mungkin penasaran dengan arti diagnosis dokter yang menyatakan Hotman Paris hanya mengalami penyumbatan 25 persen. Lalu apa bedanya dengan penyumbatan 72 persen.
Melansir dari nyheart.net, Hotman Paris yang yang didiagnosis alami penyumbatan 25 persen termasuk dalam tipe penyumbatan jantung atau arteri koroner ringan.
Penyumbatan jantung kategori ringan ini biasanya berada di kisaran 20-40 persen. Penyumbatan jantung dengan rentang angka seperti itu jelas tidak menyebabkan atau membatasi aliran darah.
Meski begitu penderita dengan penyumbatan arteri kategori ringan ini perlu perhatian agresif, terutama dari segi faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol, diabetes, rokok, tekanan darah dan lainnya.
Baca Juga: Sempat Bagi Warisan, Hotman Paris Pernah Salah Didiagnosa Alami Penyumbatan
Selain itu, penderita juga diwajibkan memiliki gaya hidup sehat seperti olahraga teratur, menurunkan berat badan dan diet.
Melansir dari medicalnewstoday.com, kondisi penyumbatan tingkat pertama ini melibatkan gangguan detak jantung kecil. Kondisi ini termasuk penyumbatan jantung yang paling tidak serius dan biasanya tidak memerukan perawatan
Berita Terkait
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
-
Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens