Suara.com - Hampir semua orang pasti pernah menemui orang dalam keadaan koma. Tapi, pernahkah kalian berpikir apa yang terjadi pada orang tersebut selama koma?
Perlu dipahami bahwa koma bukan berarri mati. Mereka tidak bisa memberikan respons dari suara, cahaya dan sentuhan di sekitarnya.
Tetapi, otak orang yang sedang koma masih berfungsi meskipun dalam tingkat yang sangat rendah.
Melansir dari hellosehat.com, koma adalah kondisi hilangnya kesadaran dalam waktu yang lama. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh cedera atau trauma serius, penyakit maupun keracunan.
Beberapa hal tersebut bisa menyebabkan pembengkakan atau perdarahan jaringan otak. Akibatnya otak dalam tengkorak terhimpit sehingga tekanan dalam otak meningkat drastis.
Selanjutnya, darah dan oksigen yang masuk ke otak jadi terhambat. Kondisi inilah yang membuat fungsi otak terganggu.
Lalu apa yang terjadi pada otak orang yang sedang koma?
Secara neurologis dilansir dari bustle.com, kondisi otak yang sedang koma dalam tingkat kesadaran nol atau proses kognitifnya tidak dapat menunjukkan respons apapun terhadap rangsangan eksternal.
Gangguan komunikasi antara batang otak dan otak besar saat koma inilah yang memengaruhi respons kognitif.
Baca Juga: Mengharukan, Ini Detik-Detik Terakhir Sebelum Ustaz Arifin Ilham Meninggal
Sehingga mereka tidak bisa merespons suara, cahaya atau apapun di sekitarnya, berbeda dengan otak manusia dalam kondisi normal.
Sementara itu, beberapa bagian tubuh orang yang sedang koma juga masih bisa berfungsi. Seperti pernapasan, detak jantung, pencernaan hingga sistem saraf otonom.
Tetapi, bagian tubuh yang masih bisa berfungsi selama koma ini juga tergantu pada kasus penyakitnya lagi.
Beberapa orang yang sedang koma tetap membutuhkan alat bantu pernapasan hingga membutuhkan asupan makan dan cairan melalui pembuluh darah yang tergantung pada kondisinya saat koma.
Jika pasien koma tidak ada refleks apapun untuk menelan dan membersihkan saluran pernapasangannya, maka mereka perlu diintubasi. Sebab kondisi itu bisa saja membuat mereka tersedak atau menimbulkan masalah baru di saluran pernapasan.
Tag
Berita Terkait
-
7 Vitamin Otak Anak Rekomendasi Dokter di Apotek, Harga Mulai Rp15 Ribuan
-
Lebih dari Sekadar Kebiasaan: Bahaya Kecanduan Scrolling bagi Kesehatan Mental Remaja
-
Ingin Punya Otak Cerdas? Mulailah dengan 7 Kebiasaan Sederhana Ini
-
Temuan Baru tentang Polifenol Spearmint: Pendukung Alami Memori, Konsentrasi, hingga Kinerja Mental
-
Menopause dan Risiko Demensia: Perubahan Hormon yang Tak Bisa Diabaikan
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan