Suara.com - Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Dokter Paru Punya Pesan untuk Para Perokok
Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap 31 Mei. Tahun ini, pesan khusus ditujukan oleh dokter paru kepada para perokok.
Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengatakan pesan utama pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2019 adalah Tembakau dan Kesehatan Paru.
Dengan slogan Jangan Sampai Tembakau Mengambil Napasmu, kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif rokok dan tembakau terhadap kesehatan tubuh, terutama kesehatan paru-paru.
"Berbagai dampak negatif rokok terhadap kesehatan paru adalah kanker paru, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, penyakit infeksi paru, seperti tuberkulosis, pneumonia dan penyakit paru lainnya. Kebiasaan merokok meningkatkan risiko terinfeksi penyakit tuberkulosis dan kematian akibat kegagalan di sistem pernapasan," ujar dr Agus saat berbincang dengan Suara.com.
Rokok merupakan penyumbang terbesar penyebab meningkatnya angka kematian dan kesakitan akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) di seluruh dunia.
Tren di dunia memperlihatkan rokok akan menyebabkan kematian 8,4 juta penduduk akibat PTM di tahun 2020. Angka ini meningkat 180% di banding tahun 1999.
Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan terdapat peningkatan prevalensi perokok dari tahun 1995 ke 2013, yaitu sebesar 27% menjadi 36,3%.
Hal ini menandakan, saat ini di Indonesia dari setiap 10 orang di Indonesia, 3 di antaranya adalah perokok.
Baca Juga: Puasa Bikin Asma Jarang Kambuh, Ini Penjelasan Dokter Paru
Pada tahun ini, WHO menargetkan pengurangan penggunaan produk tembakau dan pajanan asap rokok pasif di masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan, khususnya kesehatan paru. Namun, sangat disayangkan pengetahuan dan kesadaran akan bahaya rokok bagi kesehatan kurang dipahami oleh sebagian masyarakat maupun pemerintah di beberapa negara.
"Pada kampanye hari tanpa tembakau sedunia tahun ini WHO ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko kesehatan yang disebabkan oleh pajanan asap rokok baik pada perokok aktif maupun perokok pasif, pemahaman mengenai zat-zat berbahaya untuk kesehatan yang terkandung dalam rokok, membuka mata masyarakat dan pemerintah mengenai tingginya angka kematian yang berkaitan dengan rokok baik itu yang berhubungan dengan paru ataupun penyakit lainnya," tutup dr Agus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga