Suara.com - Cardi B, belum lama ini telah melakukan operasi sedot lemak. Sebelumnya, rapper ini juga melakukan operasi payudara setelah melahirkan anak pertamanya.
"Aku baru saja memperbaiki payudaraku. Aku merasa senang tapi kadang aku merasa tidak, kamu tahu? Ketika kulitmu kendur," ujar Cardi dalam acara Entertainment Tonight.
Sama halnya dengan operasi payudaranya, Cardi juga sangat terbuka dengan operasi sedot lemaknya. Ia mengaku sebenarnya sang dokter sudah memperingatkan untuk menunda pekerjaannya dahulu untuk masa pemulihan.
"Aku seharusnya tidak benar-benar tampil. Seharusnya aku membatalkan hari ini karena terlalu banyak bergerak akan meningkatkan lipo-ku (liposuction atau sedot lemak)," katanya pada penggemarnya saat konser di Beale Street Music Festival di Memphis, Tennessee.
Mengenai mengapa ia memilih untuk berterus terang tentang operasinya, Cardi mengatakan kepada ET bahwa ia merasa orang-orang tidak tahu betapa sulitnya proses pemulihan setelah mendapatkan sedot lemak, prosedur kosmetik yang digunakan untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan.
"Aku ingin menjelaskan kepada orang-orang betapa sulitnya proses ini. Aku merasa seperti orang melihat gadis-gadis di Instagram dan berkata, 'Oh, mereka menyelesaikan lipo mereka dan itu sangat mudah," sambungnya.
"Ini adalah proses yang sangat panjang dan sulit, hampir seperti proses yang sama seperti setelah kamu melahirkan bayi dan kamu melihat tubuhmu berubah."
Menurut beberapa situs medis, yang dilansir dari ET Online, dibutuhkan sekitar satu hingga dua minggu untuk pulih, dan selama lima hari pertama, pasien diminta untuk mengenakan pakaian kompresi, istirahat, minum cairan, dan tidak mandi.
Mereka juga harus bergerak setiap dua jam untuk mencegah pembentukan gumpalan darah, dan untuk menjaga cairan bergerak dalam tubuh dan mengurangi pembengkakan.
Baca Juga: Masih Bayi, Cardi B Beri Anaknya Gelang Seharga Rp 1,1 Miliar
Sedangkan melansir NHS UK, biasanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk benar-benar pulih dari operasi sedot lemak.
Hal ini juga bergantung pada besar kecilnya operasi yang dilakukan. Jika area yang dioperasi luas, ada kemungkinan luka akan sembuh lebih dari 10 hari.
Selama masa pemulihan ini, lebih baik hindari untuk berolahraga berat hingga empat minggu.
Hasil dari prosedur tidak selalu terlihat sampai pembengkakan sudah membaik.
Setelah satu minggu setelah operasi, jahitan akan dilepas (kecuali jahitan Anda bisa menyatu dengan kulit).
Lalu setelah empat hingga enam minggu, Anda sudah bisa melanjutkan olahraga atau aktivitas berat.
Berita Terkait
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
Putar Lagu Anak Indonesia Saat Live, Cardi B Ngaku Anaknya Ketagihan Pok Ame Ame
-
Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh