Suara.com - Saat ini game Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) sangat populer dan menjadi candu orang kekinian. Buktinya mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk memainkan game ini di mana saja.
Tak heran jika banyak orang, khususnya orangtua menetang game ini karena membuat pemainnya sering lupa waktu. Karena, akhirnya mereka akan mengeluh sakit kepala akibat kurang tidur hingga jatuh sakit.
Salah satu kasus di India, seorang gamer justru merenggang nyawa akibat kecanduan game PUBG ini. Ia bernama Furkhan Qureshi yang mengalami serangan jantung setelah bermain PUBG selama 6 jam nonstop.
Berdasarkan laporan Harian Metro yang dikutip World of Buzz, Furkhan bermain PUBG selama 6 jam nonstop pada Selasa (28/5) beberapa hari lalu. Setelah bermain selama 6 jam itu, Furkhan mendadak pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Menurut dr Ashok Jain, dokter spesialis jantung, Furkhan dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi denyut nadinya berhenti.
"Kami sudah berusaha menolong dan membangunkannya tetapi tidak berhasil," katanya.
Dr Ashok Jain pun berpendapat penyebab Furkhan mengalami serangan jantung sampai meninggal karena kebiasaannya main PUBG berjam-jam.
Permainan PUBG yang memberi tantangan dan kegembiraan tingkat tinggi kepada pemainnya bisa memicu serangan jantung.
Pada kasus lain, game PUBG bisa membuat seseorang mengalami kecanduan parah hingga rela kehilangan nyawanya.
Baca Juga: Cegah Anak Kecanduan Game dengan Kembali ke Permainan Tradisional
Contoh kasusnya, seorang remaja di Hyderabad rela mengakhiri hidupnya setelah dimarahi oleh orangtuanya karena bermain PUBG hingga lupa waktu.
Berdasarkan cerita sang ibu, remaja tersebut telah bermain PUBG cukup lama lalu masuk ke kamar setelah dimarahi olehnya. Ternyata remaja tersebut masuk kamar untuk gantung diri.
Menurut American Psychiatric Associaton, gejala seseorang kecanduan bermain game menyerupai gangguan kompulsif seperti kecanduan seks.
Kecanduan game adalah gangguan baru yang secara perlahan diakui oleh ahli medis sebagai kasus fatal. Hal ini berkaitan dengan lonjakan banyaknya orang yang kecanduan bermain video game sekarang ini.
Berita Terkait
-
Meninggal di Tempat Pijat, Ayah Venna Melinda Ternyata Punya Riwayat Sakit Jantung
-
Aktor Veteran Ahn Sung Ki Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun Akibat Kanker
-
Kabar Duka, Istri Pedangdut Legendaris Mansyur S Meninggal Dunia
-
Viral Saudara Leya Princy Ngaku Pernah Dilecehkan Penyanyi yang Sudah Meninggal, Siapa?
-
Ikhlas Melepas Ayah, Gilang Dirga Sambut Tahun 2026 dalam Suasana Duka
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli