Suara.com - Masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan buah mengkudu yang berbau busuk dan rasanya kurang mengunggah selera.
Di sisi lain, banyak pula yang meyakini buah mengkudu dapat mengobati dan mencegah berbagai penyakit mematikan, seperti kanker.
Mulai dari buahnya, daun, bunga, batang, kulit kayu, dan akar mengkudu, semuanya bisa digunakan sebagai obat penyakit maupun perawatan kecantikan.
Melansir dari webmd.com, kebanyakan orang memanfaatkan buah mengkudu untuk mengatasi batuk, diabetes, kejang, kelancaran menstruasi, masalah buang air kecil, cacar, kanker, asma, dan lain sebagainya.
Sedangkan daun mengkudu bisa digunakan untuk pengobatan rematik, pembengkakan sendi, sakit perut, disentri dan infeksi parasit. Selanjutnya, kulit kayunya bisa dimanfaatkan untuk membantu persalinan.
Buah mengkudu sendiri diyakini mengandung banyak zat, salah satunya kalium. Beberapa zat di dalam mengkudu itulah yang membantu memperbaiki sel-sel rusak dalam tubuh, mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dan memiliki aktivitas lain.
Sayangnya, buah mengkudu yang memiliki banyak manfaat kesehatan ini bisa juga menimbulkan efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk teh atau jus.
Pengolahan buah mengkudu dalam bentuk minuman seperti teh dan jus dapat menyebabkan kerusakan hati pada orang tertentu.
Adapun 3 ciri orang yang dilarang mengonsumsi mengkudu dalam bentuk apapun karena berisiko bagi kondisi serta kesehatannya antara lain:
Baca Juga: Sarankan Ibu Hamil Tak Memesan Kopi, Barista Ini Malah Dikritik Warganet
1. Ibu hamil dan menyusui
Wanita dalam kondisi hamil dan menyusui lebih baik menghindari konsumsi buah mengkudu. Sebab, buah kaya manfaat ini bisa menyebabkan keguguran.
Begitu pula jika ibu sedang menyusui, mungkin akan mengalami masalah pada ASI jika mengonsumsi buah mengkudu.
2. Penderita ginjal
Buah mengkudu mengandung banyak potasium yang bisa menjadi masalah utama penderita ginjal. Sebuah laporan menunjukkan buah mengkudu dapat mengembangkan kadar kalium dalam darah penderita ginjal.
Kondisi itulah yang bisa memperburuk penyakit ginjal seseorang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia