Suara.com - Penderita hipotiroid dikenal sangat sulit menurunkan berat badan. Hipotiroid sendiri merupakan suatu kondisi dimana kelenjar tiroid menjadi kurang aktif sehingga menghasilkan hormon lebih sedikit sehingga menyebabkan kenaikan berat badan, peningkatan kadar kolesterol, dan kulit kering.
Dalam fungsi normal, hormon-hormon yang diproduksi oleh tiroid mengatur bagaimana tubuh menggunakan energi, menjaga otak, otot, dan organ bekerja. Tapi ketika terjadi masalah, menurut Marilyn Tan, MD, seorang ahli endokrinologi dari Klinik Endokrinologi Stanford Health Care, kelenjar kecil itu dapat menyebabkan banyak masalah, seperti perubahan suhu tubuh, tekstur kulit, dan fluktuasi berat badan.
Dilansir dari laman Womens Health Mag, sulit menurunkan berat badan adalah salah satu tanda bahwa kelenjar tiroid kamu bermasalah. Itu karena hormon tiroid bekerja mengatur metabolisme tubuh, dan kekurangan hormon tiroid akan membuat metabolisme tubuh menjadi lebih lambat. Demikian dikatakan Elizabeth Pearce, MD, seorang ahli endokrin yang memiliki spesialisasi dalam gangguan tiroid di Boston Medical Center.
“Perempuan dengan hipotiroidisme memberi tahu saya bahwa mereka menjalani 1.200 diet kalori dan mereka (tetap) tidak bisa menurunkan berat badan. Pada akhirnya, jauh lebih sulit untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya," kata Caroline Apovian, MD, seorang ahli endokrinologi, peneliti tentang penurunan berat badan, sekaligus direktur Center for Nutrition and Weight Management di Boston Medical Center.
Tapi, bukan berarti kamu tidak mungkin bisa menurunkan berat badan. Berikut ada beberapa tips yang akan membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih mudah buat kamu yang menderita hipotiroid.
Tingkatkan rutinitas latihan kekuatan
Para peneliti tidak yakin mengapa, tetapi hormon tiroid dapat memengaruhi fungsi otot. Pada perempuan dengan hipotiroid, yang artinya memiliki fungsi otot abnormal, mereka akan lebih sulit membangun dan mempertahankan otot, bahkan setelah melakukan pengobatan, demikian menurut Dr. Apovian.
Itu artinya, olahraga giat untuk membangun otot akan sia-sia. Itu karena otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, sehingga bahkan ketika kamu tidak sedang berolahraga, memiliki lebih sedikit lemak membuat kamu berisiko lebih besar mengalami kenaikan berat badan.
Untuk hasil terbaik, Dr. Apovian menyarankan untuk melakukan dua hingga tiga latihan kekuatan dalam seminggu. Setiap sesi harus berlangsung sekitar satu jam dan melatih semua kelompok otot utama tubuh — tubuh bagian atas, tubuh bagian bawah, dan inti. Targetkan untuk tiga set setiap latihan yang kamu lakukan, menggunakan beban yang cukup berat untuk membuat kamu memaksimalkan delapan hingga 12 repetisi per set.
Tingkatkan intensitas olahraga kardio
“Kardio sangat penting untuk menjaga penurunan berat badan,” kata Dr. Pearce — terutama jika kamu memiliki kondisi tiroid yang memengaruhi fungsi otot. Dr. Apovian setuju, "(Orang dengan hipotiroidisme) dapat menurunkan berat badan, tetapi mereka harus melakukan lebih banyak resistensi dan kardio daripada orang kebanyakan."
Baca Juga: Waspada! Gangguan Tiroid Bikin Sulit Hamil
Lakukan olahraga kardio selama sekitar 30 menit hingga satu jam, selama lima hari seminggu, demikian saran Dr. Pearce. Itu dapat mencakup segala jenis aktivitas di mana kamu akan berkeringat dan meningkatkan detak jantung. Pilihannya bisa jogging, berjalan, berenang, dan lainnya.
Tambahkan lebih banyak protein ke dalam makanan
Selain olahraga, Dr. Apovian mengatakan protein adalah kunci lain untuk membangun otot. Sarannya ini didukung oleh Center for Nutrition and Weight Management, yang merekomendasikan diet tinggi protein 1,2 hingga 1,5 gram protein per kilogram berat badan ideal untuk perempuan dengan hipotiroidisme. Itu artinya, jika berat idealmu adalah 60 kilogram, kamu harus mengonsumsi 70 hingga 90 gram protein setiap hari.
Selain protein, pastikan kamu juga memasukkan banyak sayuran, karbohidrat sehat seperti buah segar dan biji-bijian, dan lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun, ya.
Kamu juga sebaiknya berkonsultasi dengan ahli nutrisi untuk membuat rencana diet khusus penderita hipotiroidisme, karena makanan tertentu juga dapat mengacaukan kadar hormon kamu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik