Suara.com - Otak manusia begitu kompleks, tetapi organ ini merupakan komando sistem saraf manusia.
Sebagai organ sentral, otak mengendalikan sebagian besar aktivitas tubuh dan membantu proses, mengintegrasikan, dan mengoordinasi informasi.
Tetapi seiring waktu dan usia, fungsi organ ini dapat memburuk. Seperti ingatan yang menurun, bahkan hilang.
Kita dapat meningkatkan otak kita dan melindungi ingatan kita dengan melakukan beberapa kebiasaan sehat setiap hari yang dapat dijadikan bentuk latihan otak.
1. Latihan observasi 4 detail
Tujuan dari latihan ini adalah untuk mengamati detail dan mengingatnya nanti. ini juga disebut dengan pelatihan memori pasif.
Latihan ini mengharuskan Anda untuk mengamati berbagai hal dan membuat otak Anda mengingat kembali informasi itu nantinya.
Memfokuskan perhatian Anda pada detail tentang seseorang lebih efektif dibandingkan dengan objek, seperti bangunan, mobil atau benda di sekitar Anda.
Caranya, Anda diharuskan memperhatikan 4 detail tentang orang tersebut dan mengingat kembali di kemudian hari, yang membuat otak Anda meningkatkan ingatan Anda.
Baca Juga: Benarkah Tingkat Pendidikan Berpengaruh Terhadap Risiko Kanker Otak?
2. 'Istana memori'
Nama lainnya adalah metode loci atau metode cicero.
Metode peningkatan memori ini menggunakan visualisasi untuk mengatur dan mengingat informasi. Teknik ini menggunakan daerah otak bernama memori spasial (bagian dari memori yang berfungsi untuk merekam informasi tentang lingkungan sekeliling orang tersebut).
3. Berlatih angka di otak
Belajar matematika di otak merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan daya ingat.
Caranya adalah dengan menghitungnya di otak, bukan menulisnya atau menggunakan kalkulator.
Berita Terkait
-
Platform Resep Gerak Berbasis Ilmiah Hadir, Bantu Masyarakat Hidup Aktif dan Aman
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Mengintip Rahasia Semangat Belajar Jerome Polin Berdasarkan Buku yang Ditulisnya
-
Asosiasi Sepak Bola Jepang Luncurkan Proyek Latihan ala BLUE LOCK di AS
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?