Suara.com - Bau vagina yang tidak sedap atau amis seperti ikan tentu membuat pasangan kurang nyaman saat berhubungan intim dan menurunkan kepercayaan diri wanita.
Sebenarnya, vagina wanita sendiri memang mengeluarkan aroma yang khas. Tetapi, jika vagina mengeluarkan bau yang tajam dan aneh bisa jadi itu tanda suatu penyakit atau kondisi tertentu.
Seperti infeksi bakteri, radang panggul, menjelang menstruasi atau terinfeksi penyakit menular seksual.
Dalam kondisi seperti ini wanita sebetulnya tak perlu khawatir dan putus asa. Karena bau tak sedap pada vagina ini masih bisa kita atasi dengan cara alami seperti yang dilansir dari Healthline.
1. Ubah cara membersihkan vagina
Bersihkan bagian luar vagina Anda secara teratur dengan handuk kecil dan sabun lembut. Bahan yang terlalu kasar bisa menyebabkan luka gores dan mudah terkena infeksi.
Jangan gunakan sabun mandi untuk membersihkan organ intim. Aroma dan bahan kimia pada sabun mandi dapat mengganggu pH alami vagina Anda.
2. Pakai produk penghilang bau vagina
Jangan gunakan pengharum di area vagina karena bahan zat dalam pengharum ini dapat mengganggu kimia alami vagina Anda dan menyebabkan masalah yang lebih besar.
Baca Juga: Galih Ginanjar Sebut Miss V Bau Ikan Asin, Kenali 5 Macam Bau Organ Intim
3. Pilih bahan celana dalam yang tepat
Jika Anda biasanya mengenakan celana berbahan satin, sutra, atau poliester gantilah dengan bahan katun 100 persen. Bahan ini lebih mudah membuat organ intim "bernapas" dan membantu menghilangkan keringat dari tubuh Anda.
Selain itu, bahan ini akan menjaga kelembapan di area organ intim Anda. Sehingga tidak mengganggu tingkat bakteri alami Anda.
4. Lebih memiliki produk pH yang digunakan
Produk tanpa resep (OTC) dapat membantu mengembalikan pH alami vagina Anda. Jika Anda mencobanya dan baunya tetap atau semakin memburuk,
Segera kunjungi dokter spesialis, karena Anda mungkin perlu menggunakan produk yang berbeda atau mencari alternatif resep yang lebih kuat.
Berita Terkait
-
Beda Deodoran dan Antiperspirant, Mana yang Ampuh Mengatasi Bau Badan?
-
Aroma Menyengat yang Menyergap
-
5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
-
4 Cara Menghilangkan Bau Kabin Mobil yang Tidak Sedap, Ikuti Langkah Sederhana Ini
-
Nggak Perlu Insecure Lagi, 5 Foot Spray Ini Ampuh Usir Bau Kaki Membandel
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia