Celana ketat dan celana pendek yang biasa digunakan untuk olahraga yang ketat dapat membatasi 'area lelaki' serta dapat meningkatkan suhu tubuh Anda di atas normal agar sperma dapat bertahan hidup.
5. Berat
Menjadi kurus atau kelebihan berat badan juga dapat memiliki efek negatif pada kesehatan air mani. Pria gemuk ditemukan memiliki kadar testosteron yang lebih rendah, jumlah sperma dan motilitas yang lebih rendah.
“Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mencapai berat badan yang sehat adalah makan makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur," ujar Dineen.
"Diperlukan sekitar 12 minggu bagi sperma untuk diproduksi, sehingga setiap perubahan positif yang dibuat dari gaya hidup dan diet akan terwujud dalam waktu tiga bulan."
6. Kekurangan vitamin
Vitamin, mineral, dan asam lemak tertentu dapat meningkatkan kesuburan pria secara alami.
Omega 3 dan Vitamin B9, juga dikenal sebagai asam folat, telah terbukti meningkatkan jumlah sperma, motilitas dan morfologi. Seng meningkatkan motilitas sperma dan diperlukan untuk membentuk lapisan luar dan ekor sperma, sementara Vitamin E dianggap melindungi membran sperma dari kerusakan.
Baca Juga: Banyak Makan Kacang Bisa Tingkatkan Kesuburan Lelaki Lho!
Berita Terkait
-
3 Kebiasaan di Motor yang Bisa Merusak Ponsel, Efeknya Jangka Panjang
-
Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable
-
Lapangan Padel Dijual Rp199 Juta, Tanda Bisnis Gaya Hidup Urban Mulai Kolaps?
-
Antara Idealisme dan Realita: Susahnya Hidup Less Waste di Era Serba Cepat
-
Sisi Gelap 12 Zodiak dalam Percintaan, Bisa Jadi Penyebab Hubungan Asmara Sering Kandas
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius