Suara.com - Beberapa orang mungkin memiliki kebiasaan tidak menutup gelas air minum. Bahkan, banyak yang membiarkan gelas air minum itu terbuka semalaman. Jadi ketika terbangun di malam hari atau esok hari, ia akan meminum air dari gelas yang sudah terbuka semalaman.
Secara kasat mata, Anda mungkin tidak melihat itu berbahaya atau sudah kotor. Tetapi, air minum itu mungkin akan terasa aneh.
Dilansir dari Healthy Liffe Tricks, rasa aneh dari air minum dalam gelas yang sudah terbuka lama disebabkan oleh meningkatkan keasaman dalam air. Ph air cenderung menurun pada malam hari jika gelasnya terbuka.
Hal itu karena, air menyerap karbon dioksida dan menjadi sedikit asam. Proses tersebut memang tidak berbahaya tapi ini akan memengaruhi kesehatan tubuh Anda.
Apakah Anda bisa memastikan air tersebut tidak terkontaminasi dari hal apapun sekitarnya yang bisa menyebabkan penyakit? Sebab, air bisa menyebabkan pertumbuhan alga atau bakteri jika tidak tertutup rapat.
Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa air tersebut tidak mengandung gula dan protein yang bisa dikonsumsi bakteri. Setelahnya, Anda baru bisa tetap meminumnya.
Berbeda cerita jika Anda menyimpan gelas berisi air dan dibiarkan terbuka di luar rumah. Hal ini bisa menyebabkan perkembangan alga atau mungkin ada jentik nyamuk di air minum Anda.
Meski begitu, bukan berarti membiarkan air minum dalam gelas terbuka semalaman di dalam rumah tidak berbahaya. Air tetap masih bisa terkontaminasi di dalam rumah.
Jika Anda membiarkan gelas air minum tertutup semalaman, bisa saja air minum Anda tercemar debu di malam hari.
Baca Juga: Minum Air Putih Saat Perut Kosong di Pagi Hari, Ini yang Terjadi Pada Tubuh
Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu menutup gelas air minum Anda demi mencegah perkembangan bakteri penyebab penyakit dalam air minum.
Bahkan Anda juga tidak bisa mengonsumsi air dalam botol beberapa kali. Contohnya, jika Anda menaruh sebuah botol minum lalu meminumnya dan menyisakan air untuk diminum lagi.
Kebiasaan itu justru bisa membuat air dalam botol minum terkontaminasi dengan air liur yang membawa bakteri. Jadi, Anda disarankan untuk meminumnya dalam satu waktu tanpa sisa, lalu buang botol tersebut.
"Jika air minum dalam botol yang sudah diminum dibiarkan berjam-jam, itu berpotensi membuat Anda sakit karena pencemaran bakteri," kata Marck Leavey, spesialis perawatan primer ddi Mercy Medical Center di Massachusetts, dikutip dari Reader's Digest.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan