Suara.com - Jumlah Lansia Makin Banyak, Peneliti UI Soroti Fasilitas yang Masih Kurang
Fasilitas publik bagi masyarakat lanjut usia (lansia) di Indonesia masih terbilang kurang. Padahal, jumlah lansia di Indonesia diprediksi semakin banyak dari tahun ke tahun.
Ketua Pusat Kajian Kelanjutan Usia, Universitas Indonesia (UI) Dr. Fatmah mengatakan pembangunan infrastruktur bagi lansia dinilai masih kurang, terutama fasilitas di jalan raya, tempat umum, taman, dan lainnya.
"Beberapa program pemerintah pusat dan daerah sudah mulai merambah ke lansia. Seharunya lansia bisa mengakses dengan mengunakan fasilitas yang disediakan, sehinga tidak menimbulkan kecelakaan seperti jatuh dan kepleset di area tempat umum," kata Fatmah di Universitas Indonesia (UI) Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (3/7/2019).
Menurut dia, pembangunan infrastruktur fasilitas publik untuk lansia di Indonesia baru mencapai 20 persen.
Meski begitu, ada beberapa kota yang sudah mulai memberikan kenyamanan bagi lansia, salah satunya adalah Kota Depok.
"Kebanyakan tidak ada, tapi sudah mulai diperhatikan fasilitas umum bagi lansia di negeri ini. Tak hanya itu, fasilitas non fisik pun sudah dilakukan seperti kesehatan dan pelatihan, di mana lansia ini masih bisa berpotensi untuk bisa bekerja, tetapi perlu perhatian," jelasnya.
Salah satu bentuk perhatian yang bisa diberikan adalah dengan memastikan kebutuhan lansia terpenuhi. Di mana kebutuhan Lansia harus diketahui dengan cara menayakan apa yang diinginkan atau dibutuhkan.
Fatmah juga menyoroti keberadaan panti jompo atau panti werda untuk lansia yang memadai. Menurutnya, keberadaan panti werda yang memadai masih kurang di Indonesia.
Baca Juga: Tips Mudik Bersama Lansia, Jangan Sampai Kelelahan
"Kalau dilihat di Indonesia panti jompo masih kurang. Untuk Kota Depok sendiri, sudah sepakat bahwa tidak membuka panti werda (panti jompo). Jadi Depok berkukuh tidak membuka panti jompo. Depok masih mengangap keluarga yang harus mendampingi lansia sampai akhir hayatnya. Kalau untuk menampung lansia terlantar iya," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia, Rosari Saleh, mengatakan dukungan diberikan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia yang sudah diprediksi terus meningkat jumlahnya di masa depan.
“Meningkatnya angka lansia bisa dipandang sebagai satu parameter adanya perbaikan dalam pembangunan yang meningkatkan angka harapan hidup. Namun jika isu ini tidak kita kelola dan siapkan, akan menjadi masalah baru di masa depan seperti kita lihat di negara maju seperti Amerika dan Jepang,” tutur Rosari dalam Hari Lanjut Usia Nasional di Gedung ILRC Kampus UI Depok, Rabu (3/7/2019).
Ia mengatakan, Kementerian Sosial sudah memprediksi jumlah lansia di Indonesia akan mencapai 40 juta-an orang pada tahun 2025 atau hanya dalam enam tahun mendatang. Dan akan menjadi menjadi 71,6 juta dari perkiraan 310 juta penduduk Indonesia pada tahun 2050.
"Jumlah penduduk usia lanjut di satu sisi adalah bukti perbaikan pembangunan bidang kesehatan, namun juga akan menjadi ancaman jika tidak dipersiapkan fasilitas pendamping dan pendukung yang baik," kata dia.
Rosari mengatakan sejak tahun 2010, UI sudah berkomitmen untuk memberikan kontribusi bukan hanya pada riset tetapi juga masukan terhadap kebijakan-kebijakan terkait lansia lewat pembentukan Pusat Kajian Lanjut Usia / Center for Aging Studies Universitas Indonesia yang masih terus aktif berkontribusi hingga sekarang.
“Kami terus mengembangkan berbagai penelitian, inovasi dan pengabdian masyarakat untuk mewujudkan tercapainya lansia sehat dan bahagia untuk semua dengan pengembangan kajian lintas disiplin ilmu,” tutur Rosari.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak