Suara.com - Tio Pakusadewo dikabarkan terkena stroke setelah mengalami pecahnya pembuluh darah. Oleh karena itu ia dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Otak Nasional Cawang, Jakarta Timur.
Stroke adalah penyebab utama kematian dan kecacatan jangka panjang yang parah, menurut Heart.org. Kebanyakan orang yang mengalami stroke pertama juga memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Tekanan darah tinggi merusak arteri di seluruh tubuh, menciptakan kondisi di mana mereka dapat pecah atau menyumbat lebih mudah.
Arteri yang melemah di otak, akibat tekanan darah tinggi, menempatkan Anda pada risiko stroke yang jauh lebih tinggi.
Penyakit stroke sebenarnya terbagi 2, yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik. Stroke yang berhubungan dengan pembuluh darah pecah disebut stroke hemoragik
Berdasarkan Very Well Health, tekanan darah yang sangat tinggi, bahkan untuk waktu yang singkat, dapat menyebabkan stroke hemoragik.
Stroke hemoragik juga disebut dengan perdarahan intraserebral, atau ICH. Ini terjadi ketika pembuluh darah pecah dan darah menumpuk di jaringan sekitar pecah.
Pendarahan ini memberi tekanan pada otak dan menyebabkan kehilangan darah ke daerah sekitarnya, melansir Healthline.
Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko pendarahan hemoragik selain tekanan darah yang sangat tinggi, yaitu penggunaan alkohol berat, usia lanjut, dan penggunaan kokain atau amfetamin.
Baca Juga: Tio Pakusadewo Alami Stroke, Bagaimana Jangka Panjang Penyakit Ini?
Tetapi dari semua faktor, tekanan darah tinggi adalah yang paling umum. Terhitung sekitar 80% dari semua kasus.
Stroke ini memang lebih jarang terjadi daripada jenis stroke yang lain, yaitu stroke iskemik. Menurut Stroke.org, ini terjadi hanya sekitar 15%, tetapi bertanggung jawab atas sekitar 40% dari semua kematian akibat stroke.
Berdasarkan Harvard Midal School, stroke hemoragik sangat mengancam jiwa. Banyak dari kematian akibat stroke ini terjadi dalam dua hari pertama.
Dan bagi pasien yang selamat dari pendarahan otak, kemungkinan pemulihan mereka akan berjalan lambat. Sebagian kecil orang dapat memulihkan fungsi lengkap atau hampir lengkap dalam waktu 30 hari setelah stroke.
Berita Terkait
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Tio Pakusadewo Dilarikan ke Rumah Sakit, Sahabat Beberkan Kondisi Terkini
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan