Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono memperjelas bahwa Nunung mulai menggunakan narkoba 20 tahun lalu.
Saat itu Nunung mengonsumsi pil ekstasi karena pengaruh lingkungannya. Namun, itu bukan berarti Nunung menggunakan narkoba sejak 20 tahun lalu sampai sekarang.
"Dari tersangka NN memang sudah pernah menggunakan narkotika dan ekstasi sekitar 20 tahun lalu. Dia waktu itu ada di Solo, dan dia ada di suatu kegiatan lawak begitu. Dia terpengaruh lingkungannya," ungkap Argo di Polda Metro Jaya, Senin (22/7/2019) kemarin.
Argo mengatakan Nunung sempat rehat menggunakan ekstasi selama 20 tahun itu. Namun mulai Maret 2019 ini, Nunung kembali terjerumus dalam narkoba dengan tujuan menjaga staminanya.
"Dia sempat off, kemudian Maret ini mulai lagi menghubungan tersangka TB (Hadi) untuk mencarikan barang untuk digunakan," jelasnya.
Perlu Anda ketahui, ekstasi adalah sebutan umum dari 3,4-methylenedioxy-methamphetamine (MDMA) yakni obat sintetis yang mengubah suasana hati dan persepsi.
Secara kimiawi dilansir dari Drug Abuse, pil ekstasi ini sama halnya dengan stimulan dan halusinogen yang menghasilkan perasaan peningkatan energi, kesenangan, kenangan emosional, persepsi sensorik dan waktu yang terdistorsi.
Banyak orang mengonsumsinya dalam bentuk kapsul atau tablet, tetapi ada pula yang menggunakannya dalam bentuk cair atau mengendus bubuk.
Beberapa orang juga ada yang mengonsumsinya dengan dikombinasikan dengan obat lain, seperti alkohol dan ganja. Adapun efek kesehatan dari mengonsumsi ekstasi antara lain:
Baca Juga: Alasan Polisi Periksa Rambut dan Darah Nunung
- Mual
- Kram otot
- Penglihatan kabur
- Panas dingin
- Berkeringat
Biasanya, efek dari penggunaan ekstasi ini bisa dirasakan setelah 3-6 jam penggunaan. Setelah itu ada pula yang menggunakannya lagi karena merasa efeknya sudah memudar.
Setelah seminggu orang mengonsumsi ekstasi, mereka akan mengalami beberapa kondisi sebagai berikut:
- Mudah marah
- Impulsif dan agresi
- Depresi
- Gelisah dan susah tidur
- Nafsu makan turun
- Gairah seks menurun
Konsumsi ekstasi dalam dosis tinggi juga bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur suhu. Kondisi ini bisa menyebabkan lonjakan suhu tubuh yang mengakibatkan masalah hati, ginjal, gagal jantung, hingga kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?