Suara.com - Punya Perilaku Keuangan Baik, Remaja Bisa Terhindar dari Depresi
Punya perilaku keuangan yang baik, seperti suka menabung, tidak boros, dan cermat membuat catatan keuangan, bisa menjaga kesehatan jiwa remaja.
Dilansir The Health Site, peneliti menemukan bahwa remaja yang mempraktikkan perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab, menunjukkan lebih sedikit gejala depresi dan kepuasan hubungan yang lebih tinggi.
Studi ini didasarkan pada data yang dikumpulkan pada tiga titik waktu yang berbeda selama periode enam tahun dan para peneliti melacak sekelompok siswa di Amerika Serikat (AS) dari tahun keempat mereka di perguruan tinggi hingga lima tahun setelah lulus.
Selama masa tersebut, peneliti meminta peserta melaporkan sendiri tentang perilaku keuangan mereka, mulai dari pengeluaran, tabungan, penganggaran, dan pinjaman.
"Kami menemukan bahwa perilaku finansial selama tahun keempat kuliah terus memiliki implikasi positif lebih dari setengah dekade kemudian," kata Melissa Curran, Associate Professor di University of Arizona di AS.
Temuan yang diterbitkan dalam Journal of Applied Developmental Psychology, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan keuangan yang baik di tahun keempat kuliahnya atau yang menunjukkan peningkatan nyata dalam kebiasaan mereka selama studi, lebih mungkin melihat diri mereka sebagai orang dewasa di akhir masa studi, ketika mereka berusia 26 hingga 31 tahun.
Mereka menemukan bahwa mereka yang mempraktikkan perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab melaporkan memiliki lebih sedikit gejala depresi dan kepuasan hubungan yang lebih tinggi, yang keduanya, pada gilirannya, mempromosikan pembentukan identitas orang dewasa.
Sementara penelitian difokuskan pada mahasiswa yang berpendidikan perguruan tinggi, penelitian di masa depan kata pemimpin penulis studi Xiaomin Li dari University of Arizona harus mempertimbangkan implikasi perilaku keuangan pada pembentukan identitas orang dewasa pada remaja yang tidak berpendidikan.
Baca Juga: Jangan Ucapkan Hal Ini pada Orang Depresi, Bisa Buruk Akibatnya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
Terkini
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat