Suara.com - Asma al-Assad, istri Presiden Suriah Bashar al-Assad, dikabarkan telah sembuh dari kanker payudara yang dideritanya sejak tahun lalu pada Sabtu (3/8/2019).
Melansir Jerusalem Post, setahun yang lalu kepresidenan Suriah mengunggah foto Asma yang sedang memulai pengobatan untuk tumor ganas tersebut.
"Perjalanan saya telah berakhir, dengan semua rasa sakit dan keletihannya, kelemahannya dan bahkan hal-hal positifnya. Puji Tuhan, ini semua berakhir. Aku telah sepenuhnya menang atas kanker," kata Asma dalam wawancara yang disiarkan pada Sabtu malam.
Dia mengatakan telah menerima perawatan kemoterapi di rumah sakit militer Suriah.
Berdasarkan Cancer.net, dokter umumnya akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat tumor dahulu.
Untuk memastikan bahwa seluruh tumor dihilangkan, dokter bedah juga akan mengangkat area kecil jaringan sehat di sekitar tumor atau margin.
Tetapi untuk kanker yang sudah stadium lanjut, atau tumor tumbuh lebih cepat, dokter akan merekomendasikan perawatan sistemik dengan kemoterapi atau terapi hormon sebelum operasi. Terapi ini disebut dengan neoadjuvant.
Secara umum, semakin kecil tumornya, semakin banyak pilihan bedah yang dimiliki pasien. Berikut jenis operasi yang dapat dilakukan:
1. Lumpektomi
Baca Juga: Ini Alasan Periksa Risiko Kanker Payudara Dilakukan Sejak Usia 20 Tahun
Ini adalah pengangkatan tumor dan margin kecil dari jaringan sehat di sekitar tumor. Sebagian besar payudara tetap ada. Untuk kanker invasif, terapi radiasi ke jaringan payudara yang tersisa umumnya direkomendasikan setelah operasi.
Sedangkan untuk karsinoma duktal in situ (DCIS) atau kanker payudara non-invasif, terapi radiasi setelah operasi dapat menjadi pilihan.
Lumpektomi juga bisa disebut operasi konservasi payudara, mastektomi parsial, kuadranektomi, atau mastektomi segmental.
2. Mastektomi
Ini adalah operasi pengangkatan seluruh payudara.
Ada beberapa jenis mastektomi, yaitu simpel atau total mastectomy, radikal, modifikasi radikal, nipple-sparing mastectomy dan mastektomi ganda.
Berita Terkait
-
Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini
-
Mudik 2026 Lancar dan Aman, DPR Apresiasi Polri
-
Bukan Karena Pasangan atau Idola, Ini Motif Utama Orang Pilih Operasi Plastik
-
5 Treatment Klinik Kecantikan untuk Mengatasi Flek Hitam di Usia 40 Tahun
-
Tips Rawat Mobil Listrik dan Hybrid Setelah Dibawa Perjalanan Mudik Lebaran 2026
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS