Suara.com - Ungkapan 'anak kecil tidak pernah bohong' sangat sering kita dengar. Tapi bagaimana caranya agar mereka tetap memegang teguh nilai positif itu hingga dewasa? Pastinya harus dipupuk sejak dini oleh orangtua. Lalu Apa saja yang harus dilakukan?
Psikolog Anak Gene Beresin dari Clay Center for Young Health Minds, Massachusetts General Hospital, mengatakan setidaknya ada lima langkah yang harus dilakukan orangtua untuk melatih anak terbiasa jujur, mengutip Fatherly, Rabu (7/8/2019). Ini dia:
1. Berikan contoh langsung
Anak kecil memiliki kemampuan meniru yang hebat. Nah, yang jadi masalah adalah orangtua mungkin bisa menasehati, tapi memberikan contoh adalah cara paling konkrit.
Misalnya, saat ayah pergi dengan anaknya untuk berbelanja berbagai peralatan keperluan di supermarket dan sedikit melenceng karena mampir ke toko alat olahraga lalu pulang terlambat. Sesampainya ke rumah, ayah beralasan terlambat karena jalanan yang macet.
Padahal, seharusnya jujur saja karena anak akan temukan kontradiksi, ceramah yang berbeda dengan praktik atau contoh yang terjadi.
2. Meminta maaf ketika berbuat salah
Lagi-lagi perkara mencontoh, saat orangtua berbuat salah, misalnya salah menaruh saus favorit atau memasukkan wortel padahal anak tidak suka, orangtua harus mengakui kesalahan dan meminta maaf.
"Mengatakan apa yang terjadi, mengakui kesalahan, dan meminta maaf untuk menebus kesalahan sangatlah penting," jelas Beresin.
3. Beri kesempatan menjelaskan
Mendidik anak yang jujur perlu ekstra kesabaran. Saat bertambah umur dan anak melanggar aturan, jangan langsung memberikan hukuman.
Tidak ada salahnya orangtua meminta penjelasan anak, mengapa ia melakukan itu? Pastikan ia berkata jujur tapi tidak lantas juga dengan cara yang keras, lakukan perlahan. Jadilah orangtua yang dipercaya anak untuk menumpahkan keluh kesahnya.
Baca Juga: Disindir Bohong Bisa Beli Mobil Sport, Kaesang Menjawab Singkat dan Padat
4. Gunakan media seperti film dan buku
Pasti ada film dan karakter cerita yang disukai anak. Nah, saat menonton atau membaca cerita, sebisa mungkin orangtua terlibat. Misalnya, ketika ada karakter yang berbohong, jeda sementara cerita atau tontonan dan jelaskan apa yang terjadi, mengapa yang dilakukan karakter itu adalah perbuatan keliru.
5. Jelaskan kejujuran memang jadi tantangan
Ini juga jadi tantangan saat anak beranjak remaja, kita sudah tidak bisa lagi menyamakan pola pendidikan anak kecil, karena saat remaja mereka akan bertemu teman sebaya, bermain, atau bahkan berbuat curang saat di sekolah.
Beritahukan kejujuran memang sulit, tapi nilainya sangat berharga saat anak berada di lingkungan sosial dan jadi nilai tambah saat seseorang memilikinya.
Jadi, tetap semangat tanamakan nilai kejujuran pada si kecil, ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya