Suara.com - Polusi udara yang terjadi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya semakin meresahkan. Dampak polusi udara sendiri sangatlah kompleks, mulai dari masalah kesehatan, kecantikan, hingga tumbuh kembang anak.
Dilansir dari MSN, udara yang tercemar telah membunuh sekitar tujuh juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya.
Polusi udara juga dapat memengaruhi kesehatan mental, yang menurut sebuah studi yang dilakukan awal tahun ini, telah menemukan hubungan yang jelas antara tingkat kebahagiaan yang rendah pada penduduk kota yang memiliki tingkat polusi udara tinggi.
Meski polusi udara cukup sulit diatasi sendirian, tetapi Anda dapat membantu mengurangi efek udara beracun pada tubuh dengan mengubah pola makan Anda sehari-hari.
Udara tercemar mengandung karbon monoksida, sulfur dioksida, ozon, nitrogen oksida, dan uap kimia lainnya, yang mampu menembus jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan kondisi seperti asma, bronkitis, dan emfisema, ternyata bisa dilawan dengan 5 jenis makanan ini.
1. Minyak zaitun
Minyak zaitun mengandung vitamin E untuk meningkatkan fungsi paru-paru, dan ditambah kandungan asam lemak yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan di dalam tubuh. Jangan gunakan minyak zaitun untuk memasak, karena pemanasan dapat mengurangi manfaatnya. Yang terbaik, gunakan minyak zaitun sebagai salad dressing atau cukup dipercikkan ke atas sayuran.
2. Alpukat
Para ilmuwan di King's College, London, menemukan bahwa kadar vitamin E yang tinggi - yang ditemukan dalam alpukat, bayam, dan minyak zaitun - dapat meminimalkan efek dari paparan polusi udara. Alpukat memberikan 10 persen dari kebutuhan vitamin E dan 17 persen kebutuhan vitamin C harian Anda. Olah alpukat menjadi jus atau smoothies, tanpa tambahan apapun.
Baca Juga: Ikut Jadi Korban Polusi Jakarta, Sandiaga: Suara Saya Sekarang Serak
3. Kacang kenari
Omega 3 yang berasal dari tumbuhan disebut asam alfa-linolenat (ALA), dan kacang kenari mengandung asam lemak penangkal polusi ini. Satu porsi kenari mengandung 28 g ALA yang mampu memenuhi kebutuhan harian Anda. Sumber ALA terbaik lainnya adalah biji rami dan biji chia. Taburkan kacang-kacangan dan biji-bijian ini di atas yoghurt untuk sarapan Anda.
4. Brokoli
Sebuah penelitian di University of California menemukan bahwa minum jus brokoli dapat mengurangi peradangan di hidung setelah terpapar asap pembakaran diesel. Sebuah penelitian serupa dari Universitas Columbia menemukan vitamin B dalam brokoli melindungi jantung dari polusi udara. Sementara penelitian lain menemukan bahwa orang yang makan brokoli akan mengeluarkan racun yang terkait dengan polusi ozon dan partikel udara. Jika Anda khawatir anak-anak Anda berjalan menyusuri jalan yang padat dan macet ketika menuju ke sekolah, maka berikan brokoli di piring mereka untuk makan malam.
5. Ikan yang berminyak
Ikan kembung, salmon, sarden, dan trout semuanya kaya akan asam lemak omega 3, yang terbukti melindungi tubuh dari peradangan - faktor risiko utama polusi. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Badan Perlindungan Lingkungan AS, orang yang diberi minyak ikan atau minyak zaitun selama sebulan kemudian terpapar polusi partikulat, dan diberi asupan minyak ikan, memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance