3. Tidak membersihkan gigi dengan benang
Faktanya, rutin menyikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan gigi. Anda perlu melanjutkannya dengan menggunakan benang gigi (flossing).
Plak penyebab gigi berlubang paling banyak menumpuk di sela-sela gigi. Nah, benang gigi efektif membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau dengan bulu sikat gigi.
Perhatikan juga cara Anda flossing. Masukkan benang ke sela gigi dan gesekkan secara hati-hati. Menarik dan menggesek benang terlalu keras malah dapat melukai gusi.
4. Mulut kering
Tahukah Anda bahwa mulut kering juga bisa jadi penyebab gigi berlubang? Produksi air liur yang sedikit dapat menyebabkan mulut kering. Padahal, air liur penting untuk menjaga kelembapan mulut sekaligus membersihkan sisa-sisa makanan dan plak dari gigi.
Senyawa di dalam air liur juga membantu melawan asam yang diproduksi oleh bakteri. Itu sebabnya, mulut yang kering dapat meningkatkan risiko masalah mulut, mulai dari gigi sensitif, gigi berlubang, dan lain sebagainya.
Salah satu cara efektif untuk mencegah mulut kering adalah dengan banyak minum air putih. Sebenarnya tidak ada jumlah pasti berapa banyak air yang harus Anda minum setiap hari. Kebutuhan cairan setiap orang mungkin berbeda, tergantung dari usia dan aktivitas mereka sehari-hari.
Namun, para ahli menganjurkan setiap orang untuk segera minum setiap kali merasa haus. Haus merupakan sinyal alami yang dimunculkan tubuh ketika Anda mengalami dehidrasi.
Beberapa orang mungkin enggan minum air putih karena tidak suka dengan rasanya tawar. Bila Anda salah satunya, Anda bisa menyiasati dengan menambahkan potongan buah-buahan segar. Selain lebih sehat, cara ini juga efektif membuat Anda lebih banyak minum air putih.
5. Faktor usia
Anak-anak dan lansia adalah kelompok orang yang paling rentang mengalami gigi berlubang. Pada lansia, proses metabolisme tubuh cenderung akan melambat seiring usia bertambah. Hal ini membuat orang lanjut usia (lansia) lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk gigi berlubang.
Baca Juga: Gigi Palsu Pria Ini Tersangkut di Tenggorokan setelah Operasi, Kok Bisa?
Sejumlah obat yang sedang diminum secara rutin oleh lansia juga bisa menghambat produksi air liur dan menyebabkan mulut. Belum lagi pengaruh gaya hidup selama masa muda, seperti merokok dan sering minum alkohol, yang juga dapat memicu kerusakan gigi di usia tua.
Sementara pada anak-anak, di usia ini mereka sedang gemar-gemarnya makan makanan manis. Entah itu es krim, permen, cokelat, kue, atau minuman manis. Sayangnya, hobi mereka makan manis sering tidak dibarengi dengan perawatan gigi yang baik. Akibatnya, anak-anak pun lebih rentan mengalami kerusakan gigi di usia dini.
Peran orangtua sangat dibutuhkan untuk merawat kesehatan gigi dan mulut anak-anak. Sejak dini, pastikan anak-anak sudah diajarkan cara merawat gigi dengan benar. Jangan lupa, ajak anak rutin periksa ke dokter gigi sejak gigi susu pertamanya muncul.
6. Lokasi gigi
Penyebab kemunculan lubang yang mungkin tidak Anda pernah sangka adalah lokasi gigi. Dalam banyak kasus, lubang lebih sering terbentuk pada gigi bagian belakang, yaitu geraham dan premolar.
Gigi bagian belakang memiliki banyak alur dan celah sehingga sering kali sisa makanan tersangkut di sana. Di samping itu, area gigi belakang juga cenderung lebih sulit dijangkau oleh sikat gigi. Meski Anda rajin menyikat gigi setiap hari, belum tentu bagian belakang gigi ini tersikat dengan bersih.
Agar seluruh pelosok gigi Anda terjamin bersih, rajinlah kontrol ke dokter gigi untuk membersihkan plak dan karang gigi secara rutin. Biasanya dokter menganjurkan pembersihan plak dan karang gigi dengan metode scaling setiap 6 bulan sekali. Prosedur ini efektif membersihkan plak penyebab gigi berlubang hingga ke bagian gigi yang sulit dijangkau sikat gigi.
7. Tidur dengan botol susu
Anak kecil sangat mudah sekali tertidur saat masih nge-dot atau menyusu ASI. Namun, kebiasaan satu ini justru dapat merusak gigi si kecil yang baru saja tumbuh, lho!
Gula dalam susu dapat menempel di gigi bayi untuk waktu yang lama. Gula ini kemudian akan diubah menjadi asam oleh bakteri yang ada di dalam mulut. Permukaan gigi yang terus-terusan terpapar asam lama-lama akan terkikis dan berlubang.
Supaya bayi Anda terbebas dari risiko ini, telatenlah untuk menyeka gusi dan gigi si kecil setelah mereka minum susu. Pastikan juga Anda membersihkan gigi dan gusi si kecil sebelum ia tertidur.
8. Penyakit tertentu
Orang yang punya riwayat penyakit asam lambung seperti GERD berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi. GERD (refluks asam lambung) menyebabkan asam lambung sering mengalir naik ke kerongkongan sampai mulut.
Nah, perpaduan asam lambung dengan asam yang dihasilkan bakteri di mulut dapat mengikis enamel dan dentin. Bila dibiarkan terus, kondisi ini dapat menyebabkan gigi sensitif dan lama-lama berlubang.
Penyakit anoreksia dan bulimia juga bisa jadi penyebab gigi Anda berlubang. Kedua penyakit ini memengaruhi produksi air liur di dalam mulut. Hal ini memungkinkan Anda mengalami mulut kering yang menjadi pemicu gigi berlubang.
Jadi jangan anggap remeh penyebab gigi berlubang karena juga berbahaya untuk kesehatan gigi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW