4. Meja ganti popok
Hal yang paling penting untuk dipahami tentang meja ganti popok adalah Anda tidak membutuhkannya. Katasonov merekomendasikan kepada orang tua untuk membeli kasur tahan air untuk mengganti popok. Anda kemudian bisa meletakkannya di tempat tidur.
Jika Anda tidak menderita artritis parah, posisi terbaik yang harus diambil ketika mengganti popok adalah berlutut di samping tempat tidur. Pertama, tempat tidur cukup besar dan mudah dijangkau. Kedua, anak-anak akan beradaptasi dari ketinggian tempat tidur mereka, jadi jatuh dari tempat tidur seharusnya tidak membahayakan mereka sama sekali. Dan semua hal yang Anda butuhkan untuk perawatan mereka (sebungkus popok, tisu, krim, dan pipet) dapat dengan mudah disimpan di meja samping tempat tidur atau di kursi.
5. Stroller dengan cradles atau kereta dorong ayun
Ya, stroller jenis ini memang tidak masuk akal. Harganya bahkan lebih mahal dari smartphone terbaru. Padahal benda ini sangat merepotkan karena secara fungsional terbatas dan Anda harus menyingkirkannya nanti saat bayi sedikit lebih besar.
Pikirkan tentang membeli kereta dorong dengan cradle hanya ketika Anda yakin Anda tidak dapat meminjamnya dari seseorang. Jika harus membeli, jangan membeli yang baru, cari yang bekas.
6. Pakaian
Sebagian besar pakaian untuk tahun pertama kehidupan bayi, memang benar-benar lucu, tetapi tetap saja Anda tidak dapat menggunakannya terlalu lama.
Anak-anak tumbuh beberapa inci dalam sebulan dan mereka mengenakan pakaian hanya beberapa kali. Jadi, lebih baik bertanya berkeliling untuk melihat apakah orang terdekat Anda memiliki pakaian lama.
Baca Juga: Ini Penyebab Ayah Tak Dengar Suara Bayi Menangis di Malam Hari
Di Perancis, mereka menjual pakaian bayi per kilogram, harganya 1 euro per 1 kg. Ini adalah pendekatan yang paling bijaksana. Juga, jika seorang anak memiliki kakek-nenek, tidak mungkin Anda bisa menghindari mendapatkan pakaian baru sebagai hadiah.
Satu hal lagi tentang sarung tangan dan topi ini adalah pakaian yang sama sekali tidak berguna, dan sarung tangan juga memblokir bagian reseptor yang sangat penting, yaitu telapak tangan.
7. Alat sterilisasi
Katasonov percaya bahwa tidak ada satu pun bayi yang perlu sterilisasi, hanya karena ada bakteri di rumah yang dapat membahayakan anak Anda. Yang harus Anda lakukan hanyalah menuangkan air panas ke dot dan botol atau cukup mencucinya dengan air keran. Bakteri yang tertinggal pada benda-benda bayi akan merangsang sistem kekebalan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia