Suara.com - Festival Pertengahan Musim Gugur sudah dekat. Pada momen tersebut, kue bulan yang merupakan makanan tradisonal masyarakat Tionghoa ini pun tak boleh ketinggalan.
Meski rasanya lezat, perlu dicatat bahwa kue bulan mengandung gula dan minyak yang sangat tinggi sehingga tak boleh dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Baked lotus seed paste mooncake mengandung sekitar 716 kkal.
Seorang pria paruh baya bermarga Wang telah mengonsumsi begitu banyak kue bulan hingga darahnya berubah menjadi putih, seperti dilaporkan Bastille Post.
Pria asal Hangzhou, China tersebut mengatakan di rumahnya, ada begitu banyak kue bulan dan ia takut akan terbuang sia-sia sehingga dia pun makan tiga hingga empat kue bulan hampir setiap hari selama empat bulan.
Padahal Wang juga merupakan seorang pasien uremik dengan gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah. Penyakit tersebut seharusnya membuatnya untuk tidak makan sembarangan.
Hingga pada suatu pagi, dia pergi ke klinik untuk pemeriksaan. Staf medis yang mengambil darahnya untuk diperiksa terkejut. Mereka menemukan aliran darah Wang sangat lambat dan ketika mengalir keluar, darahnya kabur, keruh, bahkan ada bagian-bagiannya berwarna putih susu.
Ternyata kadar trigliserida (jenis lemak yang ditemukan dalam darah) dalam darah Wang adalah 16,6 mmol/L yang sepuluh kali lebih tinggi dari orang normal. Menurut Mayo Clinic, kadar trigliserida orang normal biasanya kurang dari 1,7 mmol/L.
Wang pun sama terkejutnya dan menyesali bahwa dia tidak bisa menikmati kue bulan lagi, dilansir dari world of buzz.
Dokter pun mengingatkan bahwa kandungan gula dan lemak pada kue bulan sangat tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis pun tak baik untuk kesehatan, terutama orang yang sakit.
Baca Juga: Teh Daun Alpukat Bisa Sembuhkan Asma hingga Ginjal, Simak Cara Bikinnya!
Data menunjukkan kue bulan isi telur asin panggang rata-rata mengandung 14 gram minyak atau sekitar tiga sendok teh.
Beruntung, kini kesehatan Wang kembali normal setelah perawatan. Ia berjanji pada dokter akan mengubah kebiasannya dan lebih sadar terhadap kesehatan.
Berita Terkait
-
Layanan BPJS PBI Tetap Aktif, Ibu di Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Rutin Cuci Darah
-
Hidangan Imlek, Pahami Perbedaan Kue Keranjang dan Kue Bulan
-
Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi
-
Timbulkan Kegaduhan, Kemensos Aktifkan Kembali BPJS PBI Khusus Pasien Cuci Darah
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah