Suara.com - Sutradara kenamaan, Joko Anwar, mengaku sempat terkena Demam Berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD) saat menjalani syuting film Perempuan Tanah Jahanam.
Kebetulan saat itu Joko sedang berada di daerah Bangil, Banyuwangi, Jawa Timur.
"Waktu itu pada manggil suster, dia suster angkatan darat. Dia bilang, 'Anda mau sembuh? Anda ikutin saya. Ini trombosit Anda sangat rendah. Besok kalau nggak ikut kata-kata saya, Anda bisa meninggal. Anda harus bedrest," cerita sang sutradara, Senin (16/9/2019).
Saat itu, Joko Anwar langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Iya sampai akhirnya opname delapan hari aku, itu di Bangil. Katanya sih DBD (Demam Berdarah Dengue)," sambungnya.
Seperti yang sudah diketahui, DBD merupakan penyakit menular akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.
Melansir Hello Sehat, gejala DBD tahap awal adalah demam tinggi, timbul ruam dan merasa nyeri otot hingga sendi.
Sedangkan demam berdarah parah (dengue hemorrhagic fever), dapat menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba dan kematian.
DBD tidak dapat sembuh apabila dibiarkan begitu saja. Sebab, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang membahayakan jiwa.
Baca Juga: Kena DBD, Joko Anwar Nyaris Tewas saat Syuting Film Perempuan Tanah Jahanam
Komplikasi dari penyakit ini termasuk kerusakan pembuluh darah, kelenjar getah bening, serta pendarahan organ dalam.
Lambat laun pendarahan dalam dapat menyebabkan syok akibat tekanan darah menurun drastis dalam waktu singkat.
Jika sudah mengalami syok, berarti penyakit Anda sudah masuk kategori yang paling parah, yaitu dengue shock syndrome (DSS).
DSS dapat menyebabkan gagal jantung dan ginjal, bahkan kematian.
Berita Terkait
-
Geger Makna Nomor Baju Napi di Film Ghost In the Cell, Joko Anwar Diduga Sisipkan Ayat Suci
-
Cara Mencegah DBD Sejak Dini, Terapkan 5 Kebiasaan Sederhana Ini
-
Waspada Masa Pancaroba: Kasus DBD Melonjak Tajam, Ini Cara Tepat Mencegahnya di Rumah
-
Gokil! Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Raup 600 Ribu Penonton dalam 3 Hari
-
Review Film Ghost in the Cell: Kritik Sosial Lewat Teror Supernatural!
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai