Suara.com - Cara Tepat Memilih Air untuk Larutkan Susu dan MPASI si Kecil
Pemilihan air yang tepat untuk si kecil sebagai pelarut susu atau makanan pendamping ASI sangatlah penting. Diharapkan, air yang terjaga kemurnian dan kealamiannya mampu melindungi nutrisi makanan anak dengan tidak mengubah komposisi susu dan makanan pendamping ASInya.
Selama ini kata Helly Oktaviana, Senior Group Business Unit Head For Kids Nutrition, banyak orangtua menganggap, menyiapkan susu atau makanan pendamping ASI dengan air (baik AMDK maupun air pipa) dalam keadaaan panas mendidih sudah cukup aman.
"Asumsinya, air panas mendidih mampu membunuh kuman, virus dan bakteri. Padahal, air panas mendidih yang dipanaskan terlalu lama, juga bisa meningkatkan kandungan mineral dalam air," lanjut dia berdasarkan siaran pers yang Suara.com terima, Senin (23/9/2019).
Berdasarkan panduan WHO tahun 2005 mengenai Nutrients in Drinking Water, kandungan mineral yang tinggi untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, secara signifikan justru dapat mengubah dan menambahkan kandungan mineral pada susu atau makanan pendamping ASI.
Karenanya, Dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical Kalbe Nutritionals menjelaskan, dalam konteks melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, air demineral atau bebas mineral adalah air yang ideal digunakan sebagai pelarut susu atau makanan pendamping ASI.
"Ini dikarenakan air demineral tidak akan mengubah kemurnian nutrisi yang terkandung dalam komposisinya. Sebalikmya, melarutkan susu atau makanan pendamping ASI dengan air mineral, berpotensi meningkatkan kandungan mineralnya sehingga komposisi nutrisinya menjadi tidak sama lagi atau berubah," jelas dia dalam siaran pers yang suara.com terima.
Dalam konteks air minum sehari-hari, kata Dr. Muliaman, air demineral atau bebas mineral sangat aman karena sebenarnya berbagai kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh, juga dapat kita peroleh dari makanan yang kita konsumsi.
Inilah yang membuat kebutuhan air khusus untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI yang aman bagi bayi, dikatakan cukup besar. Hal ini diungkap oleh data Nielsen dari survei Brand Health Tracking mengenai Formula Bayi dan Formula Lanjutan (IFFO) tahun 2015 lalu.
Baca Juga: Peringatan Menkes untuk Para Ibu : Tak Perlu Tambah Garam Gula dalam MPASI
Dalam data tersebut 46 persen responden menyatakan mereka membutuhkan air khusus untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, dimana 65 persen di antaranya menyatakan bahwa bayi memerlukan air minum yang lebih natural dan alami.
Selain alasan tersebut, alasan lainnya adalah karena pencernaan bayi masih lemah (32 persen) dan air minum memiliki peran penting untuk membantu tumbuh kembang bayi (30 persen).
Memahami kebutuhan tersebut, Kalbe Nutritionals dan Morinaga Research Center Jepang berinovasi menciptakan Morinaga Heiko+ Water. Produk terbaru ini merupakan air murni yang bebas mineral dan bakteri, steril dan higienis diproses melalui delapan tahapan proses untuk menghasilkan kualitas air murni terbaik.
Sebagai air murni dan steril, Morinaga Heiko+ Water, dapat melindungi nutrisi makanan anak dengan tidak merubah komposisi serta mudah melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, dengan jaminan kualitas. Disamping itu juga praktis untuk dibawa bepergian atau liburan bersama keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia