Suara.com - Bertepatan dengan bulan peringatan kanker payudara, Hyatt Regency Yogyakarta kembali menggelar Hyatt Pink Ribbon Run pada 6 Oktober 2019 mendatang.
Kegiatan yang bertema "Berlari untuk Peduli" itu akan berlangsung di South Garden Hyatt. Melalui program CSR tahun ini, Hyaat ingin mengajak para pelari agar lebih peduli terhadap kesehatan, lingkungan, dan pejuang kanker.
"Pink Ribbon itu acara yang ingin mengenalkan tentang kewaspadaan kanker payudara. Lalu, yang kita lakukan untuk Pink Ribbon itu lari untuk mengenalkan bahaya kanker payudara," kata Nurcahyadi, GM Hyatt Regency Yogyakarta, dalam jumpa pres di Hyatt Regency Yogyakarta, Rabu (25/9/2018) kemarin.
Melalui acara ini pula, Hyatt ingin mengajak orang untuk hidup sehat dengan cara olahraga lari serta menyadari pentingnya deteksi dini kanker payudara.
"Pertama, pengenalan tentang kanker payudara karena banyak orang yang nggak nyadar. Padahal hanya dengan SADARI bisa menghindari suatu penyakit yang susah disembuhkan. Kedua, mengajak masyarakat hidup sehat. Kita pilih lari karena olahraga lari paling mudah," jelasnya.
Nurcahyadi juga menegaskan bahwa acara Hyatt Pink Ribbon Run tidak diusung oleh satu perusahaan untuk mencari keuntungan. Acara ini murni untuk membantu para penderita kanker di Indonesia.
"Semua hasil dari Pink Ribbon akan kita sumbangkan ke Yayasan Kanker Indonesia," tegasnya.
Sementara itu, Andreas Kenan sebagai Ketua Panita Hyatt Pink Ribbon Rub 2019 mengangkat 4 aspek melalui tema "Berlari untuk Peduli". Hal itu terutama kepedulian terhadap Yayasan Kanker Indonesia cabang Yogyakarta.
Mulai peduli terhadap diri sendiri melalui olahraga lari, peduli terhadap kesehatan anak-anak hingga anak muda lewat kategori Kids Fun Run serta peduli terhadap lingkungan dengan cara tidak menggunakan material plastik.
Baca Juga: Hyatt Pink Ribbon Run 2019, Tingkatkan Kepedulian pada Pejuang Kanker
"Kita menambahkan aspek Kids Fun Run ini agar aware terhadap anak-anak, generasi muda. Kids Fun Run yang kita adakan ini obstacle run. Jadi anak-anak akan lebih mengenal kalau lari itu nggak cuman lari dan capek tapi menyenangkan," jelas Andreas Kenan, Ketua Panita Hyatt Pink Ribbon 2019.
Tak hanya sekadar lari, Hyatt Pink Ribbon Rub 2019 juga menyediakan jersey, medali dan slingbag untuk peserta anak-anak. Sedangkan peserta dewasa, akan mendapatkan totebag, medali dan lainnya.
Pihaknya bahkan juga sudah mempersiapkan rute lari yang jauh dari polusi dan hiruk pikuk kendaraan. Dengan demikian, peserta lari akan mendapatkan pemandangan alam yang indah serta udara segar.
Kegiatan Hyatt Pink Ribbon 2019 ini akan diikuti oleh 1200 peserta yang terbagi dalam kategori lari 5K, 10K dan 21K. Termasuk juga kategori Kids Fun Run untuk anak-anak usia 5-11 tahun yang didata ada 100 peserta.
Tak lupa, Hyatt Pink Ribbon 2019 juga akan menyediakan boot khusus Yayasan Kanker Indonesia Cab DIY guna menyampaikan informasi seputar kanker payudara. Bahkan pihak YKI Cab DIY sudah mempersiapkan dokter dan perawat untuk memberikan konsultasi kanker payudara ketika acara berlangsung.
"Kami akan sediakan dokter dan perawat untuk konsultasi, termasuk memberikan informasi cara mendeteksi dini kanker payudara," kata Narsih, Yayasan Kanker Indonesia Cab DIY.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli