Suara.com - Film Joker kini tengah menjadi topik hangat di tengah publik. Film tersebut fokus pada kekerasan dan ketegangan tentang kesehatan mental.
Joker yang menjadi poin utama dalam film ini merupakan nama panggung Arthur Fleck yang mengalami kondisi pseudobulbar affect (PBA) alias inkontinensia emosional.
Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa berhenti tertawa, sekalipun dalam kondisi sedih. Melansir dari Mayo Clinic, pseudobulbar affect (PBA) alias inkontinensia emosional adalah jenis gangguan emosional yang ditandai dengan tangisan, tawa atau penampilan emosional yang tak terkendali.
Gangguan emosional ini biasanya terjadi pada orang dengan kondisi neurologis tertentu atau cedera, yang mungkin mempengaruhi cara otak mengendalikan emosi.
Jika seseorang memiliki pseudobulbar, ia akan mengalami emosi secara normal. Tetapi, terkadang mereka akan mengekspresikan emosinya secara berlebihan. Akibatnya, kondisi ini dapat terasa memalukan dan mengganggu kehidupan sehari-hari orang di sekitarnya.
Adapun gejala awal yang perlu Anda ketahui jika seseorang memiliki pseudobulbar, seperti tangisan dan tawa yang tidak terkendali hingga berlebihan. Bahkan, seseorang yang tadinya tertawa sangat berlebihan bisa secara tiba-tiba menangis.
Tangisan itulah yang menjadi tanda paling jelas bahwa seseorang memiliki inkontinensia emosional. Karena, tingkat respons emosional yang disebabkan oleh PBA juga sering mencolok.
Contohnya, seseorang tertawa dan menangis pada situasi yang orang lain melihat itu tidak lucu maupun menyedihkan. Apalagi jika ia tertawa dan menangis dalam satu situasi yang sama secara berlebihan.
Oleh karenanya, gangguan emosional seperti ini sering kali membuat penderitanya menangis. Kondisi ini juga seringkali disalahartikan sebagai depresi.
Baca Juga: Bukan Perkara Sepele, Kematian Teman Dekat Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental
Padahal gejala inkontinensia emosional ini biasanya hanya terjadi beberapa saat. Sedangkan depresi, biasanya menyebabkan perasaan sedih yang berkelanjutan. Selain itu, orang dengan PBA biasanya juga akan mengalami gangguan tidur dan kehilangan nafsu makan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!