Suara.com - Malaysia Akan Izinkan Warganya Tanam Ganja untuk Keperluan Medis
Penggunaan ganja medis untuk kesehatan akan dilegalkan di Malaysia. Kementerian Kesehatan membolehkan warganya menanam ganja untuk keperluan medis, dengan beberapa persyaratan.
Dilansir laman TheCoverage.my, direktur National Anti-Drugs Agency Malaysia, Datuk Seri Zulkifli Abdullah menyebut meski dibolehkan, penanaman ganja untuk kebutuhan tetap akan diawasi pemerintah secara ketat.
Berbicara kepada Harian Metro, undang-undangn Malaysia membolehkan penanaman ganja untuk kondisi khusus, seperti kebutuhan medis.
"Saya membaca tentang orang Malaysia di luar negeri yang sukses memproduksi minyak ganja (untuk keperluan medis). Saya rasa ini adalah kesempatan untuk melakukan yang sama di Malaysia," tuturnya.
Ia menyebut penanaman ganja medis dibolehkan untuk masyarakat, dengan syarat harus mendapat izin dari Kementerian Kesehatan.
Tidak menutup kemungkinan, jika manfaat ganja medis sudah terbukti secara luas dari sisi kesehatan, akan ada pengembangan untuk industri ini di Malaysia.
"Kita tidak bisa menanam ganja secara sembarangan, karena masih dikategorikan sebagai narkotika. Karena itu harus ada regulasi yang mengaturnya," terang Zulkifli.
"Namun siapa tahu suatu hari nanti, Malaysia bisa menjadi eksportir ganja medis. Karena itu penting bagi Kementerian Kesehatan untuk memverifikasi manfaat ganja medis, karena ini adalah otoritas mereka," tutupnya.
Baca Juga: Thailand Legalkan Ganja Medis Sebagai Obat, Indonesia Kapan?
Saat ini, penggunaan ganja medis sudah legal di 30 negara di dunia. Australia, Kanada, Belanda, Italia, Finlandia, Jerman, Norwegia, dan Israel menjadi negara Eropa yang progresif menggunakan ganja medis.
Sementara untuk Asia, baru Thailand yang sudah melegalkannya. Di Amerika Selatan, Chile, Peru, dan Kolombia sudah terlebih dahulu melegalkan ganja medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa