Suara.com - Hayley Clark, seorang ibu asal Inggris terkejut ketika mengetahui anak gadisnya yang berusia 10 tahun tergeletak pingsan di lantai kamar mandi. Ternyata anaknya terkena serangan stroke yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Berdasarkan keterangan Hayley dilansir dari Fox News, saat itu anaknya yang bernama Gracie Whittick sedang bersiap-siap berangkat sekolah. Tetapi, tiba-tiba dia jatuh pingsan karena serangan stroke ringan.
"Semuanya terjadi secara tiba-tiba, tidak ada tanda-tanda apapun dan dia baik-baik saja sebelumnya. Saat itu dia sedang bersiap berangkat sekolah dan seketika jatuh pingsan ke lantai," kata Hayley.
Hayley mengingat betul bahwa kejadian itu hanya berlangsung selama beberapa detik. Ketika ia melihat anaknya jatuh pingsan, ia langsung berusaha mengangkatnya.
Namun, ia melihat wajah anaknya berubah sebelah serta kesulitan menggerakan tangan, lengan, dan kakinya. Setelah melihat perubahan itulah, Hayley langsung memanggil ambulans untuk membawa anaknya ke Rumah Sakit Queen Elizabeth King's Lynn di Norfol, Inggris.
Dokter lantas mendiagnosis bahwa ada gumpalan darah di sisi kiri otak Gracie yang menyebabkan serangan stroke. Akhirnya, Gracie disarankan melakukan operasi selama 3 jam untuk menghilangkan 96 persen gumpalan darah di otaknya.
Beruntungnya, operasi membuat kondisi Gracie berangsur membaik. Di sisi lain, Hayley juga belum mengetahui penyebab gumpalan darah di otak anaknya.
"Semuanya benar-benar terjadi. Dokter masih tidak tahu penyebab gumpalan darah tersebut. Sekarang Gracie masih harus melakukan pemindaian jantung dan kondisinya sudah kembali seperti biasa," ujarnya.
Karena serangan stroke hanya memengaruhi bagian tubuhnya yang sebelah kanan, Gracie pun kesulitan ketika harus menggunakan lengan kanannya. Tetapi, Gracie sudah mulai bisa berjalan walaupun lebih cepat merasa lelah dan butuh kursi roda.
Baca Juga: Kerja Kantoran Rawan Kenaikan Berat Badan, Terapkan 5 Tips Berikut
Meski begitu, serangan stroke ringan ini juga tidak memengaruhi memori otaknya. Menurut Hayley, Gracie hanya sempat bingung dan frustasi dengan kondisinya tetapi semua itu berangsur membaik.
"Semuanya sungguh terjadi. Selama ini saya mengira stroke hanya masalah orang tua. Ternyata, anak-anak 10 tahun seperti Gracie juga bisa mengalaminya," tuturnya.
Menurut Children's Hospital of Philadelphia, stroke pediatrik mempengaruhi sekitar 12 dari 100.000 anak di bawah usia 18 tahun. Ada banyak kasus stroke pediatrik yang sesungguhnya terjadi, tetapi seringkali tidak terdiagnosis atau salah diagnosis.
Anak-anak yang paling berisiko stroke pediatrik adalah mereka yang mengalami anemia sel sabit atau kelainan jantung bawaan dan kondisi lainnya.
"Sebelumnya, ditemukan ada kelainan seperti pembuluh darah menyempit pada anak-anak yang sehat yang meningkatkan risiko stroke," katanya.
Gracie dilaporkan akan pulih dari kondisinya setelah menjalani pengobatan dan perawatan selama 6 minggu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh