Suara.com - Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Ini 3 Tips Kontrol Gangguan Cemas Tanpa Obat
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober tiap tahunnya dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan jiwa, termasuk gangguan cemas.
dr Andri, SpKJ, FACPL, pakar kesehatan jiwa dari RS Omni Alam Sutera mengatakan ada dua pertanyaan yang sering diajukan olah pasien gangguan cemas. Pertama, apakah gangguan cemas bisa sembuh? Dan kedua, apakah gangguan cemas bisa dikontrol tanpa obat-obatan.
Dalam video di akun Youtube pribadinya, dr Andri menjawa dua pertanyaan tersebut. Ia mengatakan gangguan cemas merupakan salah satu gangguan jiwa yang bisa diobati hingga tuntas.
"Apakah gangguan cemas bisa sembuh? Tentu bisa. Bagaimana caranya? Dengan obat-obatan dan terapi non-obat seperti yang akan saya jelaskan secara singkat," ujar dr Andri, seperti ditulis Kamis (10/10/2019).
Dijelaskan dr Andri, cara mengontrol kecemasan adalah dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa memberikan ketenangan pada sistem saraf pusat, khususnya di bagian amygdala yang terletak di sistem limbik.
ia memiliki 3 tips untuk membantu mengontrol gangguan cemas dan mengurangi munculnya cemas berulang tanpa obat-obatan. Yang pertama, adalah dengan rutin mealkukan olahraga.
Beragam penelitian ilmiah sudah membuktikan bahwa olahraga memiliki sifat yang menyenangkan. Hal ini pada akhirnya akan membantu otak, khususnya amygdala, menjadi lebih rileks.
Kedua, cobalah lakukan relaksasi 10-15 menit dalam sehari. Dikatakan dr Andri, relaksasi bisa dilakukan pagi hari saat bangun tidur ataupun malam hari menjelang tidur.
Baca Juga: Tak Perlu Cemas, Begini Cara Redakan Stres Khusus Golongan Darah AB
"Kita diam aja, perhatikan napas yang masuk dan keluar, nanti akan timbul efek rileks," ungkapnya lagi.
Terakhir adalah dengan meditasi. Meditasi bisa diawali dengan relaksasi seperti yang dicontohkan sebelumnya. Meditasi dilakukan dengan mengucap rasa syukur, dan memberikan perasaan kasih sayang kepada diri kitan sendiri.
Tentu saja tidak mudah melakukan ini semua. Bahkan, tidak sedikit pasien gangguan cemas yang akhirnya hanya bergantung pada obat untuk mengontrol kecemasannya.
Namun menurut dr Andri meski sulit dilakukan, orang-orang yang memiliki gangguan cemas sebaiknya tidak berhenti mencoba mengontrol kecemasannya lewat cara-cara ini.
"Ini proses belajar. Tidak bisa kita bilang ke diri sendiri bahwa kita tidak bisa, jadinya nggak bisa maju. Ketika pikiran tenang, otak pun tenang, yang akhirnya membawa dampak baik bagi gangguan kecemasan kita," tutup dr Andri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?