Suara.com - Seorang ibu asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat, bernama Nur Putri diketahui membunuh anaknya sendiri yang masih berusia dua tahun dengan cara mencecoki air minum galon berlebihan.
Diketahui Nur memaksa korban untuk minum air melalui mulut dan hidungnya. Akibatnya, korban menjadi kejang-kejang akibat kelebihan cairan di dalam tubuhnya.
Nur lalu berpura-pura meminta pertolongan untuk membawa anaknya ke rumah sakit terdekat. Nahas, nyawa bocah tersebut sudah tidak dapat diselamatkan.
Meski air baik dan sangat dibutuhkan oleh tubuh, minum berlebih justru dapat menyebabkan keracunan air dan hiperhidrasi.
Ketika minum terlalu banyak air dapat menyebabkan hiponatremia yang terjadi ketika konsentrasi natrium di dalam darah menjadii sangat rendah.
Jika seseorang jumlah air yang diminum lebih banyak daripada yang bisa dikeluarkan oleh ginjal, itu akan mencairkan natrium dalam aliran darah dan menyebabkan sel membengkak.
Gejala dari keracunan air mulai muncul setelah seseorang mengonsusmi lebih dari tiga hingga empat liter air dalam beberapa jam.
Tanda yang muncul termasuk sakit kepala, kram, kejang, kelemahan otot, mual atau muntah, mengantuk dan kelelahan.
Melansir Healthline, keracunan air dapat menyebabkan kejang yang mengarah pada hilangnya kesadaran atau pingsan. Jika ia tidak menerima perawatan segera, keracunan air dapat berakibat fatal.
Baca Juga: Jangan Asal Minum Obat Tanpa Air, Ini Lho Bahayanya!
Kembali pada Nur, ternyata penyebab wanita 21 tahun tersebut tega menghabisi anaknya sendiri adalah depresi.
Hingga Selasa (29/10/2019), pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan kejiawan pada Nur di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Menurut Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Erick Sitepu, Nur akan menjalani proses observasi selama 14 hari.
"Hari ini tersangka ibu kandung yang membunuh bayinya menjalani tes psikologi atau pemeriksaan kejiwaan. Proses observasi memakan waktu sekitar 14 hari untuk mendapatkan hasilnya berupa visum at psikiantrum," tanda Erick.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!