Suara.com - Curhatan seorang pria 29 tahun tentang istrinya yang tak pernah cukur rambut kemaluan atau organ intim mendadak viral di media sosial Twitter.
Melalui akun Twitter @ko***gt*****hy, pria tersebut mengeluh istrinya yang tak pernah mencukur rambut kemaluan selama 6 tahun. Akibatnya, pria itu merasa tidak nyaman berhubungan intim dengan sang istri.
"Saya sudah sering ingatkan tapi gak mau cukur-cukur. Saya sering bilang keluhan saya dan tanya apa pernah trauma sama cukur bulu apa gimana dia bilang ga, cuma ga pengen aja cukur. Saya nggak tau lagi harus pakai cara apa ingetin istri biar istri ngerti," curhat pria itu.
"Saya risih lihatnya, saya jadi malas berhubungan badan. Paling hubungan badan kalau istri sudah maksa," imbuhnya.
Saking kesalnya, pria itu pun sempat berniat membelikan obat untuk merontokkan rambut kemaluan istrinya secara diam-diam.
Tetapi, apakah wanita perlu mencukur rambut kemaluannya?
Melansir dari hellosehat, rambut kemaluan sama halnya dengan rambut kepala yang memiliki kegunaan tersendiri. Fungsi utama rambut kemaluan untuk mengurangi gesekan ketika berhubunagn seksual dan mencegah infeksi bakteri, jamur maupun mikroba lain.
Sebenarnya, perlu atau tidaknya mencukur rambut kemaluan tergantung dengan diri sendiri. Namun, ada beberapa alasan umum yang mendorong perempuan lebih baik mencukur rambut kemaluannya.
Alasan itu antara lain merasakan kenyamanan setelah mencukur rambut kemaluan, menyenangkan suami, meningkatkan kepercayaan diri saat berhubungan intim hingga pikiran bahwa rambut yang menutupi kewanitaan bisa menurunkan nafsu pasangan.
Baca Juga: Kurang Nyaman dengan Organ Intim Istri, Ini CaraTerbaik untuk Bicara Jujur
Jadi, tidak ada manfaat khusus dari mencukur rambut kemaluan. Bahkan, mencukur rambut kemaluan juga bisa menghilangkan fungsinya yang menjaga dan melindungi kesehatan organ intim.
Jika lapisan organ intim yang sensitif dan tipis tidak lagi terlindungi oleh rambut, area tersebut lebih berisiko luka akibat gesekan hubungan seksual, terinfeksi bakteri, dan mempermudah masuknya mikroba.
Namun, mencukur rambut kemaluan juga perlu dilakukan selama Anda tidak memangkasnya nya terlalu pendek atau sampai habis. Anda juga disarankan menggunakan alat cukur dan krim yang tidak memicu iritasi ketika ingin mencukur rambut kemaluan.
Selain itu, cukur rambut kemaluan juga disarankan setiap 2-4 minggu sekali karena Anda tidak boleh terlalu sering menggunakannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya