Suara.com - Sakit kepala ternyata lebih rumit dari yang disadari kebanyakan orang. Setiap jenis sakit kepala memiliki penyebab dan pengobatan yang berbeda, begitu pun ketika Anda sakit kepala di bagian belakang.
Dalam banyak kasus, sakit kepala di bagian belakang juga menyebabkan rasa sakit di bagian lain, atau dipicu oleh peristiwa tertentu.
Apabila Anda merasa sakit kepala di bagian kepala yang dibarengi dengan nyeri di bagian leher, melansir Healthline, kemungkinan Anda mengalami salah satu dari jenis sakit ini.
1. Arthritis
Biasanya ini juga disebut dengan sakit kepala arthritis yang disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan di daerah leher. Apabila Anda menggerakkan kepala biasanya memicu rasa sakit yang lebih intens.
Sakit kepala ini dapat disebabkan oleh segala jenis arthritis dan paling umum adalah rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.
2. Postur tubuh yang buruk
Postur yang buruk juga dapat menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kepala dan leher Anda.
Posisi tubuh yang buruk menciptakan ketegangan di punggung, bahu, dan leher. Dan ketegangan itu dapat menyebabkan sakit kepala.
Baca Juga: Sakit Kepala Selalu Mendera, Ini 4 Jenis Olahraga Bisa Redakan Migrain
Anda mungkin merasakan nyeri tumpul dan berdenyut di pangkal tengkorak Anda.
Saraf terjepit dapat menyebabkan nyeri dan ketegangan di bagian leher. Ini menyebabkan jenis sakit kepala yang disebut sakit kepala servikogenik.
Rasa sakit biasanya berasal dan dirasakan di bagian belakang kepala, bisa juga dirasakan di pelipis atau di belakang mata. Gejala lain mungkin termasuk ketidaknyamanan di bahu atau lengan atas.
Sakit kepala ini dapat meningkat ketika Anda berbaring. Saat Anda berbaring mungkin Anda juga merasakan tekanan di bagian atas kepala.
4. Neuralgia oksipital
Berita Terkait
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Waspada! Ini Alasan Migrain Sangat Umum Menyerang Anak dan Remaja
-
Mama Amy Dilarikan ke RS, Raffi Ahmad Hingga Mohon Doa: Seberapa Serius Penyakitnya?
-
7 Makanan yang Bisa Memicu Migrain Parah Jika Dikonsumsi Berlebihan
-
Sakit Kepala Berulang Saat Hamil Bisa Jadi Tanda Stroke Langka, Ini Gejalanya!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi