Suara.com - Bayi 40 Hari Meninggal Terdesak Pisang, Dokter Anak Angkat Bicara
Kisah bayi berusia 40 hari yang meninggal di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, memang cukup menghebohkan publik. Polisi memprediksi potongan pisang dalam pencernaan si bayi disebut jadi pemicunya.
Alhasil ibu si bayi diperiksa, dan mengetahui tidak tahu anaknya belum boleh mengonsumsi makanan lain selain ASI.
Kejadian ini membuat Dokter Spesialis Anak dr. Wiryani Pambudi, SpA IBCLC menyayangkan kejadian ini terjadi di Ibu Kota, di mana seharusnya baik ibu maupun keluarga bayi sudah terpapar dengan informasi kesehatan ibu dan anak.
"Kalau saya bilang, saya menyesalkan sekali terutama karena terjadinya di Ibu Kota, tempat yang harusnya semua ibu sudah bisa mengakses layanan kesehatan, selama dia hamil, dia pasti periksanya ke tenaga kesehatan. Jadi mungkin, ada misinformasi yang belum sampai ke ibu, bahwa sangat tidak aman memberikan makanan padat pada bayi, sebelum dia siap," ujar dr. Wiryani saat dihubungi Suara.com, Selasa (10/12/2019).
Seharusnya, kata dr. Wiryani, sesuai dengan rekomendasi dunia secara global, dan sudah dipublikasi sejak 2002 secara tegas disebutkan, bayi hanya boleh menerima ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, tidak boleh ditambah dengan zat lainnya.
"Jadi, nggak perlu lagi di tambah-tambah misalnya dikasih air putih, dikasih madu, dikasih teh, kopi, pisang, bubur, yang lain sebelum 6 bulan mestinya nggak perlu," jelasnya merinci.
Padahal kata perempuan yang juga konselor ASI itu, di usia ibu yang baru saja melahirkan seharusnya sudah melek teknologi, usia di mana ia mudah mengakses informasi dengan baik. Jadi, menurutnya cukup aneh jika usia ibu itu tergolong muda atau milenials, tapi tidak tahu informasi dasar ini.
"Terus, jadi ibu kalau sudah pernah mendengar, ibu-ibu ini nggak nyampein ke orangtuanya, nggak sampai ke ibunya lagi, neneknya, bapak si bayi sehingga bayi lahir haknya hanya mendapatkan ASI selama 6 bulan. Udah jangan diganggu dengan makanan lain, jangan makanan padat," tegasnya prihatin.
Baca Juga: Bayi 40 Hari Meninggal Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya di Kedoya
Meskipun pisang dikenal sebagai makanan yang cukup lembut, tapi tetap sangat berbahaya jika saluran cerna bayi memang belum siap untuk mencerna makanan padat. Khususnya, apakah sudah terbentuk enzim di pencernaan untuk menghancurkan makanan padat.
"Pada bayi yang masih sangat muda, itu belum siap, kalau teorinya, minimal paling muda makanan padat bayi itu 17 minggu, itu udah lewat 4 bulan. Tetapi kalau 17 minggu langsung kasih makanan padat, bayinya jadi kurang bersemangat nyusuin," jelasnya.
Usia anak menginjak 6 bulan, maka barulah ibu boleh memberikan MPASI (Makanan Padat Pendamping ASI), tapi tidak sembarangan sejak usia 4 hingga 6 bulan ibu harus sudah belajar cara membuat MPASI yang tepat.
"Nah, umur 4 sampai 6 bulan ibunya belajar menyiapkan makanan pendamping ASI yang lengkap untuk bayi, jadi pas usia 6 bulan bukan hanya buah saja, atau bukan satu macam bubur saja, tapi lengkap karbihidrat protein, lemak, itu lengkap semua untuk bayi," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui