Suara.com - Pilunya Ibu Ini Bayinya Tertular Herpes Simplex Karena Sembarangan Dicium
Setiap bayi memang sangat menggemaskan. Rasanya mungkin sulit menahan untuk mencium dan menyentuh mereka, untuk menunjukkan rasa sayang kita terhadapnya.
Tapi sayangnya, banyak orang yang belum menyadari, jika hal tersebut justru bisa menempatkan bayi pada risiko kesehatan tertentu. Salah satunya ialah virus Herpes Simplex atau HSV-1.
Hal inilah yang dialami oleh seorang ibu bernama Nur Afiqah Abd Halim. Ibu asal Malaysia ini menceritakan kisah yang dialami buah hatinya di akun Facebook miliknya yang bernama Iqa Halim.
Postingan tersebut bertujuan untuk menyebarkan kesadaran mengenai bahaya nyata mencium dan menyentuh anak-anak, terutama bayi di bawah 2 tahun.
Ibu dua anak mengatakan jika saat ini, buah hatinya yang bernama Dean tengah dirawat di rumah sakit setelah tertular Virus Herpes Simplex atau HSV-1.
"Saat mendengar herpes, mungkin orang selalu mengasosiasikannya sebagai penyakit menular seksual. Tapi tahukah Anda bahwa sebenarnya ada dua jenis herpes? Herpes oral (HSV-1) dan Genital herpes (HSV-2). Herpes oral biasanya ditularkan dengan mencium atau berbagi minuman, peralatan, makanan dan lainnya - pada dasarnya segala sesuatu yang melibatkan air liur1," tulis Iqa dalam postingan tersebut.
"Yang mengejutkan, kebanyakan dari kita sebenarnya memiliki herpes, namun beberapa bahkan tidak mengetahuinya karena virus ini tidak menunjukkan gejala sama sekali. Mereka yang mendapatkan virus ini biasanya akan mendapatkan luka dingin. Apapun, begitu Anda memilikinya, Anda dapat menginfeksi orang lain," jelasnya lagi.
Lebih lanjut, dalam postingan yang sudah dibagikan oleh lebih dari 500 orang tersebut, Iqa menceritakan bagaimana anaknya bisa tertular virus tersebut. Meski dirinya tidak tahu pasti, namun ia mengatakan bahwa ini mungkin karena kesalahannya yang tidak cukup keras atau tidak cukup ketat membiarkan orang mencium atau menyentuh bayinya.
Baca Juga: Kata Dokter Anak Soal Bayi Tersedak Pisang, Kasus Polio di Malaysia
Awalnya kata Iqa, sang putri yang bernama Anais, yang lebih dulu tertular virus ini. Dia memiliki luka di sekitar mulutnya dan tidak bisa makan atau minum selama berhari-hari.
"Tapi Dean lebih buruk. Anak saya yang malang bereaksi keras terhadap virus tersebut, menyebabkan ruam seperti lepuh yang disebut Erythema Multiforme di seluruh tubuhnya. Dia memiliki bisul di mulutnya, di lidahnya, di samping pipinya, di gusinya dan beberapa bahkan pecah dan menyebabkan pendarahan," tulisnya.
Lebih buruk lagi, virus menyebabkan sistem kekebalan tubuh sang putrasemakin melemah sehingga ia mengembangkan alergi parah pada makanan dan antibiotik, yang menyebabkan wajah, mulut, dan tubuhnya membengkak.
Putranya juga menderita Urtikaria atau gatal-gatal kronis dan membuatnya harus mendapat suntikan steroid setiap 6 jam. Bersyukur, kini sang putra sudah menunjukkan tanda pemulihan tetapi kemajuannya agak lambat.
"Bayiku baru berusia 15 bulan. Mereka tidak pantas menerima ini. Kami beruntung mereka pulih tetapi apakah Anda tahu bahwa HSV bisa berakibat fatal terutama untuk bayi baru lahir atau anak-anak dengan sistem kekebalan rendah?," tulisnya.
Ia pun berpesan, agar masing-masing dari kita bisa mendidik diri kita sendiri. Karena kita tidak pernah tahu kuman atau virus apa yang kita bawa dan tentu saja, kita tidak ingin menularkannya kepada mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini