Suara.com - TBC Rentan Menyebar di Dalam Rutan
Indonesia masuk ke dalam 3 besar negara dengan tingkat tuberculosis atau TBC tertinggi di dunia. Hal ini membuat Indonesia berpikir esktra keras untuk mengeliminasi bakteri yang banyak menjangkit paru-paru ini. Termasuk dengan mengidentifikasi kantong-kantong dimana bakteri itu bisa berkembang pesat.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M. Kes, menyebut lapas jadi sarang dan percepatan TBC menyebar, dan ini jadi satu kendala khusus. Mengingat, dalam satu sel penjara, jumlah penghuninya mencapai puluhan orang. Jika ada satu yang terjangkit, maka puluhan narapidana lain yang satu sel dengannya akan ikut terjangkit.
"Kalau satu batuk karena TB, itu bisa menyebar. Faktanya, sanitasi, tidur bergelantung, saya nggak tega di Lapas Cipinang," ujar dr. Anung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Persebaran virus TB sangat cepat terjadi pada orang yang mengidap penyakit yang menyertainya, seperti penyakit HIV dan diabetes yang membuat daya tahan tubuh menurun. Biasanya, saat itulah TB menyerang. Apalagi fasilitas dan kebersihan lapas atau rutan yang kurang memadai.
"Karena mereka keberatan kalau hanya dilakukan skrining tidak dilanjutkan sampai pengobatan," ungkap Anung.
Sedangkan Anung juga menyayangkan sistem pengobatan harus lebih dulu menggunakan faskes atau fasilitas kesehatan yang harus di data satu persatu, karena Kemenkes menyediakan obat TB. Jadi, siapapun mereka harus mendapat dari sumbernya secara resmi.
"Obat dari Kemenkes, sama dengan lapas, obat TB tidak jual di luar, untuk mencegah resistensi, jadi obat TB itu hanya disediakan oleh pemerintah, tidak dijual bebas, itu semua free tidak ditanggung rakyat, bukan obat gratisan," imbuhnya.
Apalagi dalam pengobatan di lapas, tidak semua orang punya hak memasuki. Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan juga tidak bisa membawa obat-obatkan ke dalam lapas yang jelas sangat sulit.
Baca Juga: Kisah Pelarian Abdul Napi Pengidap TBC Terendus di Balik Lemari
Belum banyak yang paham, seperti lapas, itu tempat yang memungkinkan penularan lebih cepat. Kalau 1 batuk, semua otomatis akan tertular, mengingat kapasitas sel yang sering overload atau melebihi kapasitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan