Suara.com - Menkes Terawan Kerahkan 11 Ribu Tenaga Kesehatan untuk Bantu Korban Banjir
Banjir di Jabodetabek membuat lebih dari 60 ribu orang harus mengungsi dari rumahnya. Agar warga tak terjangkit penyakit di pengungsian, peran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengaku prihatin atas bencana yang terjadi. Ia menjamin akan mengerahkan tenaga kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit di wilayah terdampak banjir dan kamp pengungsian.
Secara keseluruhan telah disiagakan 11 ribu tenaga kesehatan untuk seluruh wilayah terdampak banjir di DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya. Tenaga kesehatan berasal dari sipil dan dari militer. Selain tenaga kesehatan yang membantu pengunsi, bantuan yang diberikan juga berupa obat, dan makanan tambahan bagi Balita.
"Tenaga yang kita kerahkan 11 ribu lebih, jumlah pengungsi 60 ribuan, data terus kita update dan penambahan tenaga kesehatan terus kita dorong," katanya, dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis (2/1/2020).
Untuk itu, adanya layanan kesehatan di posko pengungsian dirasakan sangat bermanfaat oleh para pengun. Layanan kesehatan di posko mencakup berbagai penyakit yang timbul karena banjir, jika pasien harus dilakukan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit.
Tak hanya itu, dari sisi psikologis telah digerakkan tenaga kesehatan untuk membantu trauma healing bagi anak-anak.
Menkes Terawan meminta agar semua pemangku kepentingan bekerjasama membantu agar para korban banjir yang sudah mengalami kesulitan tidak perlu lagi menderita sakit dalam pengungsian.
"Berarti kita memang harus bahu membahu, jangan sampai ada yang sakit, kasihan. Dia sudah menderita, tambah sakit, menurut saya, akan menjadi beban," ujar dia.
Baca Juga: Cegah Diare, Menkes Terawan Minta Korban Banjir Tak Lupa Cuci Tangan
Banjir melanda Jakarta dan kawasan sekitarnya sejak Rabu (1/1/2020), karena intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banyak kawasan terendam oleh air yang bisa mencapai dua meter.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia menghadapi cuaca ekstrem dan hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang dalam sepekan ke depan.
Dalam keterangan tertulis pada Rabu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan cuaca ekstrem dan hujan lebat selama 1-4 Januari 2020 berpotensi turun di Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!