Suara.com - Anna Cowling (34) asal Essex, Inggris mengidap kondisi langka yang membuat perutnya terus merasa kembung dan sulit buang air besar (BAB). Kondisi ini disebabkan oleh masalah pencernaan yang membuatnya kesakitan terus-menerus.
Bahkan masalah pencernaan ini membuatnya hanya bisa BAB setiap dua bulan sekali.
Anna Cowling sudah mengalami gejala ini sejak 3 tahun lalu. Saat itu petugas medis berusaha mencari tahu penyebabnya dan menemukan diagnosis yang tepat.
Lalu, Anna Cowling pun didiagnosis menderita gastroparesis pada 2017 silam. Penyakit ini membuat perutnya membutuhkan waktu berjam-jam lebih lama dari biasanya untuk mencerna makanan dan obat.
"Sejak mudah, saya selalu memiliki masalah pencernaan. Saya hanya buang air besar seminggu sekali tapi kondisinya semakin memburuk. Saat saya berusia 18 tahun, saya hanya buang air besar dua minggu sekali," ujar Anna Cowling dikutip dari Mirror.
Akibat kondisi itu, Anna Cowling sampai mengonsumsi obat pencahar untuk membantu proses BAB. Namun, obat itu tetap saja tidak bekerja pada tubuhnya. Ia merasa obatnya terus berada di dalam perutnya selama 8 hingga 10 jam.
"Obat ini sudah sampai ke usus, tapi usus saya tidak mengambil nutrisi sesuai fungsinya karena disebabkan oleh maasalah otot. Kandung kemihku juga harus bekerja lebih keras untuk buang air kecil. Bahkan terkadang aku tidak buang air kecil seharian," katanya.
Sementara itu, Anna Cowling juga selalu merasa mual-mual setiap kali makan dan minum sesuatu. Saat itu, Anna mengaku ahli bedah tidak ada yang berani melakukan operasi besar.
Orang dengan EDS juga berisiko tinggi mengalami komplikasi jika dianestesi selama operasi. Karena, penderita EDS akan mengalami pendarahan lebih lama dari yang lain. Kondisi ini membuat pasien lebih sulit disembuhkan.
Baca Juga: Lion Air Sebut 7 Penumpang Asal China Negatif dari Virus Corona
"Mereka tidak akan melakukan operasi karena terlalu berisiko. Saya juga punya masalah dengan tenggorokan dan itu menghalangi beberapa saluran udara saya," katanya.
Akhirnya, Anna terpaksa berhenti dari pekerjaannnya di Met Police. Karena, Anna tidak bisa melakukan latihan fisik apapun dengan kondisi detak jantungnya yang beristirahat antara 35 dan 40bpm dibandingkan dengan rata-rata 60 hingga 100. Kondisi ini menyebabkan Anna sering mengalami nyeri dada setiap hari.
Setelah sembuh, Anna juga masih perlu melakukan tindakan untuk meningkatkan kesehatannya, salah satunya menggunakan alat pacu jantung yang membantu lambung mempercepat pengosongan perutnya.
Tetapi, Anna harus mengumpulkan dana besar untuk melakukan pengobatan tersebut. Tindakan ini pun bisa dilakukan di Rumah Sakit Broomfield. Selain itu, Anna juga bisa melakukan terapi akupuntur yang melibatkan satu atau dua sesi mingguan di London.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia