Suara.com - Seorang pria dikenakan denda Rp 136 juta di Taiwan karena menyembunyikan penyakitnya setelah melakukan perjalanan di Wuhan, China, yang merupakan pusat wabah virus corona.
Pria itu adalah satu dari tiga orang di Taiwan yang telah didiagnosis menderita infeksi mematikan dan berpotensi menyebabkan pneumonia.
Awalnya, pria itu dinyatakan positif terkena virus corona pada Rabu (22/1/2020) di sebuah rumah sakit di kota Kaohsiung selatan, tempat dendanya diumumkan.
Menurut Kantor Berita Pusat Taiwan, hukuman denda tersebut guna menunjukkan kesungguhan Presiden Tsai Ing-wen menegakkan aturan karantina terhadap penyebaran virus corona yang sudah menginfeksi 1.600 orang dan 54 orang meninggal dunia di Wuhan, China.
Apalagi banyak orang Taiwan yang bekerja di China lalu pulang untuk bertemu keluarga di Liburan Tahun Baru Imlek 2020 ini.
Dalam kasus ini dilansir oleh Asia.nikkei.com, sang pria tidak mengakui kalau memiliki gejala infeksi saluran pernapan sebelum masuk ke Taiwan. Hal ini tentu saja melanggar undang-undang pengendalian infeksi penyakit menular.
Bahkan pria itu juga sempat mengunjungi klub dansa Kaohsiung tanpa mengenakan masker bedah. Akibatnya, otoritas kesehatan pun mulai melacak lebih dari 80 orang yang melakukan kontak dengan pelancong terinfeksi virus corona.
Seorang karyawan klub dansa yang mengeluhkan gejala batuk pun telah dikarantina untuk menjalani tes laboratorium.
Kementerian Transportasi Taiwan juga memiliki perusahaan akomodasi untuk membatalkan tour wisata ke China dan menerima jalur tur lainnya sementara waktu.
Baca Juga: Angkat Kaki ke Dashboard Mobil, Wanita Ini Alami Patah Tulang Pinggul!
Mengingat selama kasus wabah SARS tahun 2003 silam, sindrom pernapasan akut parah menyebabkan lebih dari 70 orang di Taiwan meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia